Ada Berapa Maria?

Nama Maria merupakan nama yang lazim perempuan Yahudi pada zaman Yesus. Dari teks Perjanjian Baru, kita memang hanya menemui nama itu dalam bentuk Yunaninya, Mariam atau Maria.  Hal ini menimbulkan sejumlah spekulasi bagaimana nama itu diucapkan dalam bentuk Ibraninya. Kemungkinannya nama ini diambil dari nama Mesir untuk Miriam, nabiah Israel yang merupakan saudari dari Musa. Atau mungkin juga dari kata Ibrani Mara, gelar yang disandang Naomi, nenek buyut Raja Daud. Keduanya punya arti yang paradoksal, yang dicintai ataupun yang pahit.

Yang jelas, nama itu nampaknya cukup populer di zaman Perjanjian Baru. Dari 61 kali kemunculan nama ini di 53 ayat Perjanjian Baru, para pakar biblika mengelompokkan setidaknya ada enam orang yang bernama Maria yang termuat di Injil maupun surat para rasul. Namun sejumlah nama terkadang saling berkelindan, tergantung tradisi mana yang dipakai.

Maria, bunda Yesus, tentu menjadi sosok yang paling terkenal dari semua nama Maria itu. Posisinya dalam Perjanjian Baru memang jelas dibedakan dengan para penyandang nama Maria lainnya. Namanya disebut secara spesifik 12 kali di Injil Lukas, 5 kali di Injil Matius, sekali di Injil Markus dan sekali di Kisah Para Rasul. Dalam sejumlah tradisi, penghormatannya sebagai Bunda Allah (Yun: Theotokhos, Latin: Mater Dei) juga mendapat tempat tersendiri, sehingga jelas bedanya.

Maria Magdalena, diceritakan dalam keempat Injil sebagai salah satu perempuan yang menyertai dan mendukung secara finansial pelayanan Yesus dan para murid-Nya. Namanya disebutkan 12 kali dalam Injil Sinoptik, penyebutan yang lebih banyak dari para murid Kristus. Nama Magdalena kemungkinan besar merujuk pada asalnya dari Magdala, kota kecil di pesisir Barat Danau Galilea.

Namun, di Gereja Barat abad pertengahan, Maria Magdalena nampaknya sering dirancukan dengan perempuan berdosa yang mengurapi Yesus. Kemungkinan ini disebabkan narasi Lukas 8:2, yang menyebut Yesus telah mengeluarkan tujuh roh jahat dari Maria Magdalena. Lebih jauh lagi, karena Maria dari Betania, saudari Marta dan Lazarus, juga melakukan pengurapan kaki Yesus (Yohanes 11:2), ketiga tokoh ini sering tercampur dalam narasi. Namun, Gereja-gereja Timur umumnya tetap menganggap ketiganya adalah sosok yang berbeda, dengan dua orang jelas bernama Maria: Maria Magdalena dan Maria dari Betania.

Nama yang juga sering tercampur adalah antara Maria istri Kleopas (Yohanes 19:25), Maria ibu Yakobus, atau Maria Ibu Yakobus Muda dan Yoses/Yusuf (Matius 27:56; Markus 15:40; Lukas 24:10). Tradisi Katolik meyakini ini merupakan nama satu atau setidaknya dua orang. Dimana Maria istri Kleopas adalah juga Maria ibu dari saudara-saudara Yesus, yang disebut juga Maria Salome. Yang jelas, salah satu nama ini kemungkinan adalah juga “Maria yang lain” yang bersama dengan Maria Magdalena menyaksikan peristiwa kebangkitan Kristus (Lukas 24:10). Momen yang membuat mereka digelari ‘rasulnya para rasul’ di Gereja-gereja Timur.

Kitab Kisah Para Rasul menyebut satu nama Maria lagi, yaitu Maria Ibu Yohanes Markus (Kisah Para Rasul 12:12). Tradisi Koptik meyakini bahwa ini adalah ibu dari Markus penulis kitab Injil. Sementara itu satu nama Maria lain muncul dalam surat Rasul Paulus kepada jemaat Roma (Roma 16:6) yang menyebut Maria sebagai orang yang telah bekerja keras untuk jemaat di kota itu. **arms

Ilustrasi: Lukisan Three Mary at the Tomb (Peter von Cornelius)

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA