Gedung Gereja Tertua?

Pertanyaan tentang gedung gereja tertua bisa menghasilkan beberapa jawaban.

Umat Kristiani awal diceritakan biasa bersekutu di Bait Allah di Yerusalem maupun di rumah jemaat secara bergilir (Kisah Para Rasul 2: 46). Mereka tidak beribadah di gedung gereja, dalam arti bangunan yang dibangun khusus untuk ibadah Kristiani. Kondisi ini kemungkinan terus berlangsung sampai hampir dua abad. Umat Kristiani biasa berkumpul di sinagog, rumah pribadi, atau di masa penganiayaan mereka memakai tempat-tempat tersembunyi. Tentu, bangunan-bangunan itu sulit dikategorikan sebagai “gedung gereja.”

Di masa-masa aman, tempat-tempat itu kemudian memiliki ruangan khusus untuk ibadah. Biasanya ada altar sederhana maupun kolam pembaptisan. Simbol-simbol Kristiani seperti salib, ikan, domba, huruf Yunani khi-ro, atau sejumlah ikon kerap muncul. Di sejumlah kuburan bawah tanah, bahkan di kuil atau bangunan publik Romawi, simbol seperti itu juga ada, mengisyaratkan tempat-tempat ini pun beberapa kali digunakan untuk ibadah Kristiani. Tak jarang, bangunan-bangunan seperti itu akhirnya diubah sepenuhnya menjadi “gedung gereja.”

Reruntuhan di Dura-Europos (sekarang dekat Salhiye, Suriah) merupakan contoh tertua yang bisa ditemukan. Diperkirakan, bangunan ini awalnya merupakan rumah pribadi yang kemudian sedikit diubah untuk keperluan ibadah Kristiani sekitar tahun 233 M.

Gereja Dura-Europos memiliki sejumlah lukisan kisah Injil. Gambar Yesus sebagai gembala, penyembuhan orang lumpuh, Yesus berjalan di atas air, dan para perempuan yang datang ke kubur, merupakan fragmen tersisa saat bangunan ini ditemukan pada tahun 1920. Letak rumah ini tidak jauh dari reruntuhan sebuah Sinagog kuno, mengisyaratkan kemungkinan umat Kristen penggunanya juga berasal dari komunitas Yahudi. Sayang, selepas perang sipil Suriah dan pendudukan ISIS, masih belum diketahui nasib situs bersejarah ini.

Ada beberapa bangunan yang kisahnya mirip gereja rumah di Dura-Europos. Di Tel Meggido, Israel ada reruntuhan gereja yang awalnya merupakan ruang bawah tanah Romawi, diperkirakan berasal dari tahun 250-an M. Di Antakya, Turki ada Gereja Santo Petrus (Aram: Knisset Mar Semaan Kefa) yang awalnya merupakan gua. Dalam tradisi Gereja Syiria, dipercaya gua ini telah dipakai sebagai gereja sejak masa Rasul Petrus (sekitar 50 M). Namun, tembok-temboknya baru dibangun pada 300 M, sebelum kemudian direnovasi total oleh prajurit salib pada tahun 1098.

Bangunan gereja Eropa yang berasal dari abad ketiga dan keempat seperti Katedral St. Dominus di Kroasia (295 M), Gereja St. George di Yunani (306 M) atau Basilika St. Cosma di Roma (309 M) juga memiliki kisah serupa. Umumnya merupakan bangunan yang awalnya berupa kuil pagan, mausoleum maupun forum Romawi.

Para arkeolog menyepakati, sejauh penemuan saat ini, bangunan tertua yang memang khusus dibangun sebagai gereja adalah reruntuhan gereja di Aqaba, Yordania. Penggunaannya diperkirakan pada 290-an M, mendahului pembangunan Gereja Makam Kudus dan Gereja Kelahiran Yesus (330 M). Meski demikian, dua gereja yang disebut terakhir, bersama Katedral Etchmiadzin di Armenia (303 M) merupakan tiga bangunan gereja tertua yang bagian kunonya masih digunakan dalam ibadah umat Kristiani hingga saat ini. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA