Klasis Jakarta Selatan dan Dua Pergumulan

Arnold Mononutu diangkat sebagai nama yang membuka refleksi Pdt. Izack Sipasulta di sesi kedua Persidangan Majelis Klasis (PMK) ke-32 GKI Klasis Jakarta Selatan, Jumat (20/7) di GKI Gunung Sahari. Dalam sesi yang berisi pemandangan umum, Pdt. Izack mengaitkan sosok Arnold Mononutu dengan dua tema utama yang menjadi pergumulan di klasisnya selama ini, yaitu isu kepemudaan dan kebangsaan.

Warisan pemikiran dan kiprah Arnold Mononutu, menurut Pdt. Izack terbilang jarang diangkat. Padahal mantan menteri penerangan Indonesia itu telah menunjukkan teladan yang sangat mumpuni untuk digali dan dihidupi. Sebagai seorang Kristiani, Arnold yang juga pernah menjabat sebagai rektor Universitas Hasanuddin itu telah menunjukkan bagaimana kekristenan dan kecintaan pada bangsa yang majemuk bisa berjalan selaras. Sebagai seorang pemuda, ia juga telah memperlihatkan kecakapan merintis gerakan baru lewat Indische Vereeniging (Perhimpuan Indonesia), sembari tetap menghargai hubungan anak-orang tua.

Mononutu adalah sosok pemuda Kristen yang berintegritas dan berpegang teguh pada pendiriannya untuk mencintai Indonesia. Ia rela bersusah-payah demi mempertahankan prinsip itu,” komentar Pdt. Izack. “Sosok seperti ini tentu terus dirindukan, hingga di zaman kita sekarang,” lanjutnya.

 

GKI, secara khusus Klasis Jakarta Selatan, memang tengah menghadapi kenyataan menurunnya partisipasi anak muda di gereja. Di sisi lain ada harapan dan kebutuhan yang menganga agar gereja pun turut berperan dalam membangun bangsa dan merawat keberagaman. Tantangan yang demikian mengharuskan gereja melakukan sejumlah antisipasi.

Pdt. Izack mengkritisi dua hal, pertama terkait sikap generasi tua sendiri yang terkadang tidak memberikan teladan yang baik bagi generasi muda, sembari tetap menuntut agar yang muda tetap mempertahankan nilai-nilai yang lama. Kedua, terkait sikap gereja yang selalu berlindung di balik jargon “pemuda pemimpin masa depan,” hingga lalai membangun wadah yang menampung pemuda sebagai pemimpin masa kini.

Pemikiran-pemikiran ini merupakan sajian pembuka yang terus didalami selama dua hari PMK GKI Klasis Jakarta Selatan. Dari Jumat hingga Sabtu (20-21/7) sekitar 120-an perwakilan dari ke-15 jemaat yang tergabung dalam klasis ini dengan serius mendiskusikannya, sekaligus membahas sejumlah agenda-agenda pendukung lainnya. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA