Pengharapan di Ulang Tahun ke-49 GKI Nurdin

Kenapa para pendahulu kita begitu gigih merintis dan membangun jemaat ini sejak 49 tahun lalu? Kenapa di tengah sekian banyak pergumulan kita tetap ada hingga sekarang? Karena kita punya pengharapan…

Pdt. Fransiscus Oktavianus Turino merefleksikan tema hari Minggu (1/7) itu dengan perjalanan hampir setengah abad GKI Nurdin. Ia mengingatkan agar jemaat, baik sebagai pribadi maupun sebagai satu gereja, tidak kehilangan pengharapan, serta menggantungkan pengharapannya pada Kristus.

Kita juga harus terus aktif untuk saling menumbuhkan pengharapan bagi sesama kita. Kita dipanggil untuk menumbuhkan, bukan malah mematikan, pengharapan,” lanjutnya.

Meski baru bisa dirayakan pada awal Juli ini, tanggal berdirinya GKI Nurdin sebenarnya ditetapkan pada 15 Juni 1969, saat jemaat ini didewasakan menjadi Jemaat GKI Jawa Barat ke-34. Bermula dari persekutuan rumahan di wilayah Grogol tahun 1958, jemaat ini perlahan kian bertumbuh. Hingga kemudian berkembang menjadi pos penginjilan di tahun 1963 dan menjadi bakal jemaat di tahun 1968. Sempat terkendala izin bangunan, jemaat ini pun akhirnya memperoleh perizinan lewat keputusan Gubernur Jakarta, enam bulan setelah didewasakan menjadi jemaat.

 

Sejumlah pembangunan fisik pun beberapa kali dilakukan, termasuk saat ini untuk perluasan gedung, demi menampung jumlah jemaat dan simpatisan kebaktian Minggu yang kian bertambah. Namun, pertumbuhan gereja tentu tidak hanya pada aspek fisik dan jumlah jemaat belaka. GKI Nurdin aktif menginisiasi sejumlah program untuk masyarakat, seperti pelayanan kesehatan posyandu anak, kerja sama bakti sosial bersama PPSU, penjaga pintu air, buka puasa bersama, donor darah, acara kebangsaan, pendidikan dan bea siswa bagi warga. Hal tersebut pun diakui dampaknya oleh masyarakat sekitar, yang sejauh ini memberi apresiasi juga mendukung rencana renovasi perluasan gedung gereja.

Maka momen ulang tahun ke-49 ini adalah bentuk rasa syukur atas harapan yang tetap tumbuh di tiap warga jemaat yang termasuk dalam lingkup klasis GKI di Jakarta Utara ini. Usia yang sudah hampir setengah abad seyogianya menjadikan jemaat ini semakin matang dalam proses pertumbuhannya. GKI Nurdin meyakini akan terus bertumbuh dalam pengharapan serta menjadi jemaat yang terus menumbuhkan pengharapan bagi sekitarnya. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA