PMK Ke-49 Klasis Priangan

Bolehkah saya berkhotbah di atas mimbar dengan memakai topi?” tanya Pdt. Simon Stevi. Pertanyaan nakal itu mengantarai khotbah dan menimbulkan senyum simpul diantara para pendengarnya.

Menurut Pdt. Simon, bisa dipastikan sebagian besar orang yang terbiasa dengan tradisi GKI, apalagi di Klasis Priangan tentu tidak membolehkan, atau sekurangnya akan merasa janggal bila ada pendeta berkhotbah dengan memakai topi. Sejumlah alasan mungkin akan diutarakan untuk membenarkan ketidakbolehan itu. Entah alasan kurang enak dilihat, bukan kebiasaan gereja kita sejak dulu, atau sekian banyak alasan yang menurutnya diada-adakan saja.

Ilustrasi itu diambil sebagai refleksi betapa sering dalam persidangan maupun bahasan jemaat, kita menghabiskan waktu untuk memperdebatkan hal-hal yang kurang esensial seperti soal memakai topi itu. “Padahal banyak hal lain dalam pekerjaan Tuhan yang jauh lebih penting untuk dipikirkan dan dikerjakan bersama,” seru pendeta jemaat GKI Agape ini dengan tegas.

Pesan yang bernada teguran reflektif itu menutup rangkaian Persidangan Majelis Klasis (PMK) ke-49 GKI Klasis Priangan. Selama Jumat hingga Sabtu (6-7/7) Klasis yang beranggotakan enam belas jemaat ini telah mengadakan persidangan di tahun ini. Persidangan diselenggarakan di MaxOne Hotel Sukabumi, dengan GKI Penginjil Sukabumi sebagai jemaat penerima.

 

Ada enam sesi pleno dan dua sesi sidang seksi dalam persidangan kali ini. Selain pelaporan rutin dari Badan Pekerja Majelis Klasis (BPMK) maupun badan-badan pelayanan, serta materi dari BPMS GKI dan BPMSW GKI SW Jawa Barat, persidangan kali ini juga menetapkan perutusan Klasis Priangan untuk Persidangan Sinode Wilayah GKI SW Jawa Barat, juga pelantikan kepengurusan baru BPMK di Klasis ini untuk periode 2018-2021. Ketua umum BPMK GKI Klasis Priangan beralih dari Pdt. Simon Stevi kepada Pdt. Suriawan Edhi (GKI Bungur). Sementara itu Sekum BPMK yang baru dijabat oleh Pdt. Andy Gunawan (GKI Citra Raya).

Dalam pesannya di kebaktian penutupan Pdt. Stevi menegaskan bahwa pelayanannya tentu tidak berakhir seiring berakhirnya jabatan yang ia emban di BPMK. Ia mengajak setiap majelis jemaat dan para pegiat gereja untuk terus berkarya mengerjakan hal yang penting dalam konteks Kerajaan Allah. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA