Di Balik Lagu: Menjulang Nyata Atas Bukit Kala

Liukan khas Celtic kental mewarnai lagu Menjulang Nyata Atas Bukit Kala (Kidung Jemaat No. 183). Ini adalah satu dari beberapa lagu dalam Kidung Jemaat yang berasal dari Irlandia. Kita mengenalnya sebagai lagu yang sering dinyanyikan di Jumat Agung, dan masa raya Paskah, meski cukup sering pula dibawakan di luar kedua kesempatan itu.

Tapi, berbeda dengan kebanyakan himne terjemahan, melodi kidung yang dalam Bahasa Inggris berjudul Above the Hills of Time the Cross Is Gleaming ini pada awalnya bukanlah lagu gerejawi. Syair rohani berbahasa Inggris untuk lagu ini baru ditulis di awal abad ke-20 oleh Thomas Tiplady, seorang komposer Gereja Methodis.

Sebelumnya, melodi untuk lagu merupakan lagu tradisional yang amat populer di kalangan perantau Irlandia, yang dikenal dengan nama Londonderry Air, mengambil dari nama sebuah desa, Londonderry (atau disebut juga Derry), di Irlandia Utara, yang dipercaya sebagai asal melodi ini. Nama Londonderry Air itu sendiri mulai populer untuk menyebut melodi lagu ini sejak 1894, sewaktu novelis Irlandia, Katharine Tynan Hinkson, menulis tentang syair cinta khas Irlandia.

Melodi Londonderry Air ini cukup banyak dijadikan sebagai lagu rakyat, dipakai untuk sekian banyak nyanyian keseharian. Ada yang bertemakan heroisme, romantisme hingga lagu perpisahan. Tim olah raga Irlandia Utara selalu memainkan versi instrumental dari lagu ini dalam setiap pertandingan di Commonwealth Games. Demikian pula lagu rakyat Irlandia Danny Boy yang populer juga didasarkan pada melodi lagu ini. Lebih baru lagi, komponis Inggris, Howard Arnold Walter, pun memakai melodinya untuk lagu pemakaman Putri Diana (1997) yang berjudul I Would Be True.

Bahkan selain untuk kidung Above the Hills of Time the Cross Is Gleaming-nya Thomas Tiplady tadi, melodi ini pun dipakai untuk menyanyikan sekitar 15 lagu Kristiani lainnya. Yang paling terkenal selain syair tulisan Tiplady, adalah kidung I Cannot Tell ciptaan William Young Fullerton, seorang penginjil dari Gereja Baptis, juga di awal abad ke-20. Maka tidak heran jika kita menemukan banyak sekali versi melodi lagu ini dengan beragam tema.

Uniknya, lagu ini justru seperti terlahir kembali dalam versi terjemahan Indonesianya. Paduan nada yang khas serta syair puitis yang bernuansa Pujangga Lama, gubahan E. L. Pohan menjadikan Menjulang Nyata Atas Bukit Kala menjadi karya klasik dan sangat indah. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA