Emeritasi Pdt. Cucu Rustandi

Kebaktian Emeritasi bukanlah kebaktian untuk merayakan kesetiaan seorang pendeta dalam melayani Tuhan. Namun, justru merupakan perayaan bersama atas kesetiaan Tuhan dalam memelihara pelayanan hamba-Nya…

Pesan itu disampaikan dengan nada pelan dan tempo bicara yang lambat oleh Pdt. Cucu Rustandi. Kesempatan menyampaikan kesannya selama melayani sebagai pendeta, dipakainya untuk mengingatkan agar setiap pelayan Tuhan tidak bermegah atas kehebatan dan kesetiaannya. Namun agar terus-menerus, menerus merefleksikan pertanyaan, siapakah saya sehingga layak melayani.

Itu adalah bagian yang sangat haru dalam kebaktian emeritasi Pdt. Cucu yang berlangsung pada Senin (6/8) di GKI Veteran Tasikmalaya. Dalam pesannya yang sederhana, tergambar sekian banyak kiprah yang dikerjakan pendeta baru saja menginjak usia 60 tahun pada Juni lalu itu.

Pdt. Cucu merupakan warga jemaat yang berasal dari GKI Cianjur Pos Ciranjang. Setelah menempuh pendidikan teologi, ia ditahbiskan sebagai pendeta GKI Sinode Wilayah Jabar dengan basis pelayanan di GKI Banjar pada tanggal 27 Agustus 1987. Selepas melayani di GKI Banjar selama 14 tahun, beliau dipanggil sebagai pendeta tugas khusus untuk GKI Sinode Wilayah Jawa Barat. Pdt. Cucu diteguhkan sebagai PTKSW GKI Sinode Wilayah Jawa Barat dengan basis pelayanan di GKI Delima pada 27 Januari 2008.

Dalam testimoni atas kiprah pelayanannya, sebagian besar mengakui kontribusi pendeta yang juga sering menulis ini. Meski cukup lama memegang peran administratif, sumbangan pemikiran dan permenungan Pdt. Cucu atas realita kehidupan dinilai banyak memberi kontribusi yang berarti bagi perkembangan GKI. Analisisnya yang tajam terhadap fakta yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, dengan kacamata seorang gembala memberikan banyak wawasan bagi jemaat, termasuk bagi jemaat tumpuannya di GKI Delima. Sumbangsih pemikirannya ini seringkali menggugah rasa kepedulian dan tanggung jawab iman umat Tuhan.

Kebaktian yang dimulai sejak sore pukul 17.00 itu, mengangkat tema Tuhan adalah Kekuatanku dan Perisaiku (Mazmur 28:7). Acara dihadiri oleh sejumlah perwakilan jemaat yang pernah dilayani oleh Pdt. Cucu, sejumlah rekan pendeta, demikian pula perwakilan dari Badan Pekerja Majelis Sinode Wilayah (BPMSW) GKI Sinode Wilayah Jawa Barat dan Badan Pekerja Majelis Sinode (BPMS) GKI. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA