Indonesiaku, Tanggung Jawabku

Bukan kebetulan bahwa HUT GKI ada di bulan yang sama dengan HUT RI, yaitu di bulan Agustus meskipun beda tanggalnya. Apalagi nama Gereja Kristen Indonesia semakin meneguhkan bahwa GKI adalah gereja yang bertempat di bumi Indonesia tercinta. Karena itu tidak aneh bahwa GKI menerima banyak atestasi masuk jemaat-jemaat dari berbagai denominasi yang memilih bergereja di GKI sebagai gereja yang terbuka, bukan gereja suku yang memakai bahasa daerah tertentu.

Boleh dikatakan bahwa GKI adalah miniatur Indonesia, sebab semua suku bangsa ada di dalamnya, dari Sabang sampai Merauke. Coba saja lihat setiap ada bulan musik dan budaya, maka seolah kita diajak menikmati keanekaragaman budaya yang ada di Indonesia, tidak usah jauh-jauh, sebab ada di gereja kita.

Karena itu, bersamaan dengan HUT GKI, kita perlu merefleksi seberapa jauh kita sudah berkarya di bumi Indonesia ini. Yeremia 29:7 mengatakan,”Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang dan berdoalah untuk kota itu kepada Tuhan, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.” Melalui firman Tuhan itu ada dua pokok penting, yaitu “usahakanlah kesejahteraan kota” dan “berdoalah untuk kota itu”.

Panggilan Allah bagi umat-Nya bukanlah bersifat ekslusif, hanya untuk pribadi-pribadi umat Tuhan saja, melainkan umat Tuhan harus berusaha dan berjuang bagi kesejahteraan kota, lingkungan di mana mereka berada. Umat Tuhan dipanggil untuk menjadi alat Allah dalam meningkatkan kesejahteraan lingkungan sekitarnya, sebab kesejahteraan kota akan berdampak pada kesejahteraan kita sendiri.

Dimanapun Tuhan tempatkan kita berada, kita dipanggil untuk mempersaksikan Kristus melalui hidup kita. Semakin kurang nyaman lingkungan kita, ketika berada di tengah masyarakat yang berbeda kepentingan, atau di tengah orang-orang yang menghalalkan segala cara untuk mencapai keuntungan, justru kita semakin ditantang untuk berusaha dan berkarya menghadirkan kasih Allah.

Karena itu gereja Tuhan perlu memikirkan program dan kegiatan yang tidak hanya membangun iman anggotanya, namun juga mengupayakan program dan kegiatan yang berdampak luas di tengah masyarakat sekitar kita. Biarlah kemuliaan Tuhan bersinar melalui karya kita.

Yang tak boleh dilupakan adalah berdoa. Dalam konteks saat ini doa itu bukan hanya bagi kota dimana kita tinggal, namun juga bagi bangsa ini. Ketika kita sedih dan prihatin akan bencana yang terjadi pada saudara kita di Lombok, berdoalah agar segalanya dapat pulih seperti sediakala. Ketika kita terkejut dan nurani kita tersentuh akan adanya kasus ketidakadilan seperti yang terjadi baru-baru ini pada Meiliana asal Tanjungbalai, Sumatera Utara, apa yang bisa kita lakukan?

Yeremia mengajak kita berdoa. Berdoalah bagi bangsa Indonesia ini, berdoa bagi para penegak keadilan agar diberikan rasa takut akan Tuhan, berdoalah bagi pemimpin negeri ini agar dapat menjadi pengayom bagi seluruh lapisan masyarakat. Berdoalah agar Tuhan campur tangan untuk mendatangkan masa depan Indonesia yang penuh damai dan sejahtera.

Doa itu pun kiranya kembali menginspirasi untuk usaha berikutnya, mengusahakan agar kesejahteraan keadilan bisa terwujud dengan segenap daya yang ada pada kita. Sebab Indonesia adalah juga tanggung jawab kita.

Sumber: Tim Bina Jemaat GKI Agus Salim

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA