Makanan yang tidak Dapat Binasa

Acap kali kita lupa untuk menghidupi keseimbangan dalam hidup. Dalam keyakinan Kristen, kita tahu bahwa hidup manusia itu utuh meliputi jasmani dan rohani. Ada segi fisik, ada juga segi psikis dan spiritual. Semua aspek harus diperhatikan, diberi makanan, dengan utuh dan saling melengkapi. Jika hanya satu aspek saja yang diperhatikan, kita kehilangan apa yang berharga dalam hidup.

Ada makanan fisik, yang dapat mengenyangkan perut. Tetapi juga ada makanan rohani yang dapat dikenyangkan oleh Allah sendiri. Yesus mengistilahkannya sebagai makanan yang tidak dapat binasa, saat berkata di Injil Yohanes: “Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya.” (Yoh. 6:27)

Apa itu makanan yang tidak dapat binasa? Ini: cinta kasih dan nilai-nilai hidup yang sejati telah diberikan oleh Yesus kepada mereka yang mau datang dan percaya kepada-Nya. Ia datang dari sorga, Ia mengenal apa yang menjadi kebutuhan utama dan yang menyelamatkan hidup kita. Kita dipanggil datang mendekat dan mengimaninya dengan segenap hidup kita.

Datang dan percaya kepada Yesus artinya mau menerima tawaran Allah untuk menjadi sahabat-Nya dan menghidupi nasihat-nasihat-Nya dalam ketulusan dan kerendahan hati. Sebagaimana Allah sudah menunjukkan kasih-Nya, maka di dalam hidup kita mesti ada kasih yang berkorban untuk memberikan yang baik bagi sesama. Sebagaimana Allah kudus, maka kita memilih untuk melakukan apa yang membangun dalam hidup. Sebagaimana Allah kaya dengan hikmat, maka kita cakap memilah dan memilih apa yang harus dilakukan dan dihindari dalam hidup.

Menghayati spiritualitas seperti ini akan membawa kita pada sejumlah perenungan. Kita bisa menariknya ke dalam diri kita saat kita berefleksi, bagaimanakah kita selama ini memenuhi kebutuhan rohani di dalam hidup sehari-hari? Dalam pergumulan kekristenan, kita pun perlu menghayati apa hal yang diberikan oleh Yesus sehingga hidup kita beroleh kekuatan baru setiap hari? Atau apa akibatnya jika kebutuhan itu tidak terpenuhi?

Namun lebih jauh, kita pun bisa menarik refleksi terkait dampaknya keluar, lewat bertanya apa akibatnya bagi orang-orang yang ada di sekitar hidup kita, jika kebutuhan rohani kita terpenuhi karena Yesus? Ajaran kekristenan akan makanan yang tidak dapat binasa itu, justru ditantang untuk dibuktikan oleh hidup kita.

Penulis: Pdt. Essy Eisen (GKI Halimun)

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA