Mengabdi Bagi Masa Depan Bangsa

John Fitzgerald Kennedy, Presiden Amerika Serikat ke-35, pernah berkata: “Jangan tanyakan apa yang negara berikan kepadamu, tapi tanyakan apa yang kamu berikan kepada negaramu!

Kalimat bijak Kennedy ini kemudian menjadi sebuah kalimat yang melegenda, sebab berisi sesuatu yang diakui amat luhur di mana-mana. Secara sederhana, jika dibaca dari sudut pandang hak dan kewajiban, maka nasihat Kennedy tersebut hendak mengatakan bahwa sebagai warga negara yang baik, marilah kita berbicara kewajiban terlebih dahulu sebelum kita bicara soal hak kita atau mari kita penuhi kewajiban kita terlebih dahulu sebelum kita menuntut hak kita kepada negara.

Jika kewajiban-kewajiban kepada negera itu dipenuhi oleh setiap warga negaranya, maka tentulah sebuah bangsa akan memiliki modal yang amat besar bagi terselenggaranya kehidupan berbangsa dan bernegara yang baik. Dalam konteks negara yang demokratis, kewajiban-kewajiban warga negara itu dibaca sebagai sebuah partisipasi warga untuk terselenggaranya kehidupan berbangsa dan bernegara yang mendatangkan kebaikan bagi semua.

Partisipasi yang baik dari setiap warga negara ada aneka macam. Partisipasi itu bisa mulai dari partisipasi yang amat standar dan sederhana sampai partisipasi yang lebih khusus dan berat. Berpartisipasi menjaga kebersihan, membuang sampah pada tempatnya, membayar iuran lingkungan menaati ramburambu lalu lintas, membayar pajak, sampai berpartisipasi dalam hal-hal politik yang memberi pengaruh pada kebijakan-kebijakan publik. Nasionalisme atau rasa cinta kebangsaan dibahasakan atau diungkapkan dalam bentuk-bentuk yang nyata yaitu partisipasi yang positif bagi kehidupan bersama.

Dalam Yeremia 29 kita melihat bahwa mengusahakan kesejahteraan kota itu adalah sebuah keharusan dari Allah. Padahal saat itu, Israel sebagai umat Allah sedang berada di negeri pembuangan. Tuhan dengan lugas berkata karena hidup di dunia itu selalu akan menuntut hukum kehidupan yang umum, yaitu kepantasan. Jika kamu mengusahakan kesejahteraan, maka kamu pantas menuntut kesejahteraan! Taburlah partisipasi yang positif yaitu usaha untuk mendatangkan kesejahteraan, sebab kesejahteraan kota atau negara itu akan menjadi bagianmu.

Tuhan Yesus memberikan rumusan hukum kehidupan yang berlaku umum, “Segala sesuatu yang kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah demikian juga kepada mereka. Itulah isi seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi.” (Matius 7:12).

Tidak ada di antara kita yang mengharapkan negara melakukan sesuatu yang tidak adil, sewenang-wenang, diskriminatif, atau hal-hal yang mendatangkan keburukan bagi kita, bukan? Kita semua pasti menghendaki agar negara berlaku adil, tidak sewenang-wenang, bijaksana, tidak pilih kasih, berlaku hormat dan tidak rasialis, maka hendaknya kita berlaku demikian pula demikian juga dalam kehidupan bernegara.

Mengabdi kepada masa depan bangsa bisa kita lakukan sehari-hari dengan melakukan segala yang baik atau berdampak baik sebagaimana yang kita harapkan itu terjadi pada masa depan kita. Hanya jika kita melakukannya, maka kita pantas untuk mengharapkannya.

Sumber: Tim Warta GKI Gunung Sahari

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA