Pemuridan Transformatif di GKI Bungur

Ini bukan lomba lari cepat, meski memang mungkin sedikit banyak mengacu pada semangat yang harus diemban gereja untuk berpacu dengan zaman. Nama SPRINT yang dipakai dalam kegiatan ini adalah akronim dari serangkaian sesi Seminar Pemuridan Integratif dan Transformatif. Yang membahas bagaimana para pemimpin gereja dan pelayanan memahami sekaligus mengamalkan pemuridan yang menyatu dan mengubah kehidupan.

Salah satu seri SPRINT itu memang diselenggarakan pada Sabtu lalu (28/7) di GKI Bungur. Kegiatan ini merupakan seminar pemuridan yang ditujukan untuk warga Jakarta.

Antara teori dan praktik memang seringkali terjadi ketidaksesuaian dalam kehidupan bergereja. Namun bagi Ev. Yuzo Adhinarta, Ph.D, pembicara tunggal dalam seminar ini, kedua hal tersebut seharusnya tidak boleh dipisahkan.

Kita seharusnya tidak pernah memisahkan teori dan praktik. Apalagi soal pemuridan. Yang saya bagikan disini justru hasil pergumulan teologis dan pengalaman praktik nyata di lapangan kehidupan, saya pun sudah mengalaminya sendiri, demikian pula kita belajar dari yang dialami gereja dan banyak orang percaya di banyak tempat dan masa,” ujar Ev. Yuzo yang juga adalah ketua STTRI Jakarta ini.

 

Seminar ini terdiri dari tiga sesi. Sesi pertama membahas tentang Misi Allah terkait peran gereja serta tugas pemuridan, dan penginjilan. Sementara sesi kedua membahas Strategi Pemuridan Terintegrasi. Sesi terakhir mengajukan kembali refleksi terkait bentuk kelompok kecil. Kajian Alkitab, pola pembinaan gereja serta sharing pengalaman menjadi materi yang menyatu dalam penyampaian Ev. Yuzo. Demikian pula saat sesi tanya jawab dilangsungkan, sejumlah peserta juga membagikan pengalaman mereka mencoba menghidupi pemuridan.

Sekitar 150 orang hadir dalam seminar ini, tidak hanya warga jemaat GKI Bungur, namun juga sejumlah lembaga Kristiani lain. Kebanyakan merupakan pemimpin kelompok kecil atau kelompok PA di gereja atau persekutuannya.

Seminar ini mengingatkan bahwa bicara soal pemuridan yang terintegrasi dengan kehidupan bergereja sebenarnya bukan masalah gampang atau tidak, tetapi lebih ke komitmen gereja. Jika gereja meyakini bahwa pemuridan adalah kehendak Tuhan, sesusah apapun harusnya hal itu tetaplah haru dijalankan, diusahakan dan dikerjakan, dengan keyakinan bahwa Tuhan akan menyertai. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA