Perayaan 50 Tahun Koreci

Saya juga alumnus Koreci…” ungkap Pdt. Nathaniel Valentino Saleky dengan bangga. Ia bahkan menunjukkan foto bersama 16 orang rekan-rekannya saat mereka menjadi pengurus Komisi Remaja GKI Cimahi (Koreci) pada periode 2004-2006. Pendeta yang kini mengemban tugas pelayanan di GKI Taman Cibunut, Bandung itu memang sengaja didaulat untuk membawakan khotbah pada perayaan ulang tahun ke-50 Koreci di Kebaktian Remaja, Minggu (5/8) di GKI Cimahi.

Tidak hanya Pdt. Nathaniel, beberapa alumnus lain juga hadir turut melayani di kebaktian ini. Hendhy, salah seorang pengurus Koreci periode 2000-2004, juga didaulat untuk berbagi pengalaman dan pesannya di tengah khotbah yang disampaikan Pdt. Nathaniel. Ada juga alumnus yang menjadi tim pelayan ibadah.

Usia Koreci yang mencapai setengah abad ini dihitung dari penyelenggaraan kebaktian remaja pertama di GKI Cimahi pada 1 Agustus 1968. Waktu itu, pertumbuhan jemaat usia remaja memang cukup pesat. Diawali oleh kegiatan-kegiatan olah raga, beragam program pembinaan seperti retreat, cross country dan penelahaan Alkitab semakin digalakkan.

 

Meski sempat mengalami stagnasi di era 1990-an, ditandai dengan vakumnya kebaktian remaja, Koreci kembali melakukan sejumlah langkah perbaikan guna menjangkau generasi yang lebih baru. Hasilnya selepas era 2000-an, kawan-kawan muda ini kembali aktif dalam berbagai kegiatan yang mendukung gereja, maupun berkarya bagi masyarakat.

Memang sudah merupakan panggilan bagi para pengerja di komisi remaja ini, untuk terus mempersiapkan anak-anak muda dalam tanggung jawab yang lebih luas. Masuk usia remaja, bukanlah sekedar pasif menerima model pembinaan gereja, namun juga diharapkan untuk mulai memiliki semangat melayani sesama, sebelum di usia yang lebih dewasa hal itu semakin matang dikerjakan. Masa-masa inilah yang dikenang sebagai periode memantapkan benih untuk kemudian menjadi bernas.

Pengalaman untuk dibina seperti itu yang dirasakan juga oleh para alumnus Koreci saat mereka menyempatkan diri berkumpul di tempat yang membina mereka selagi remaja. Secara reflektif mereka menyadari bahwa pelayanan remaja memang akan selalu jadi bentuk pembinaan yang paling dinamis, namun amat dibutuhkan gereja. “People come and go but Koreci will always stand…,” begitu simpul mereka. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA