Pola dan Bentuk Leksionari

Penyusunan daftar bacaan Alkitab untuk ibadah, atau sekarang lazim kita sebut dengan leksionari, sudah cukup lama berkembang. Kita bisa merunutnya dari sejarah bangsa Israel ketika Bait Allah dihancurkan dan mengalami pembuangan ke Babel pada jaman Raja Nebukadnezar (587 SM). Karena Bait Allah hancur dan umat Israel terbuang, maka umat Israel mulai beribadah di sinagoge.

Ada sedikit perubahan model ibadah di Bait Allah dengan sinagoge. Jika ibadah di Bait Allah lebih berpusat pada persembahan korban sesuai Hukum Taurat, ibadah di sinagoge lebih banyak berisikan doa, membaca dan mempelajari Hukum Taurat. Untuk mempermudah pengajaran itulah disusunlah daftar bacaan supaya seluruh Hukum Taurat itu bisa dibaca dan dipelajari. Daftar bacaan di sinagoge terdiri dari kitab Taurat (torah) dan kitab Nabi-nabi (neviim). Kebiasaan ini tetap berlanjut hingga bait Allah kedua dibangun kembali.

Pada jaman Tuhan Yesus, misalnya, kita dapat melihat bahwa daftar bacaan juga sudah menjadi bagian umum dalam peribadatan. Dalam Lukas 4: 16-17 kita melihat bahwa Tuhan Yesus membacakan kitab Yesaya. Kepala sinagoge di Nasaret waktu itu tentu memberikan gulungan kitab Nabi Yesaya dengan bagian yang menjadi bacaan pada hari itu.

Pola penyusunan daftar bacaan inipun terus berlanjut pada jaman gereja perdana (jaman para rasul). Sebab, pola ibadah gereja perdana juga sangat terpengaruh oleh pola ibadah di sinagoge. Namun demikian, substansi dari ibadah gereja perdana tersebut kini diisi dengan kesaksian iman dalam perjumpaan dengan karya Tuhan Yesus Kristus. Perlahan jemaat Kristiani pun memakai daftar bacaan dengan fokus utama pembacaan adalah keempat Injil, juga ada penambahan surat rasuli, selain bagian-bagain dari Perjanjian Lama.

Dalam pola The Revised Common Lectionary (RCL), yang dipakai di GKI, pembacaan leksionari menggunakan pola 3 tahun. Dimana tahun A berfokus pada pembacaan Injil Matius, tahun B untuk Injil Markus, dan tahun C untuk Injil Lukas. Sedang Injil Yohanes dibaca setiap tahun khususnya dalam masa sekitar hari raya Gerejawi seperti Natal, Pra-Paska dan Paska. Injil Yohanes juga akan lebih banyak dibaca pada tahun B yang berfokus kepada Injil Markus, sebab Injil tersebut lebih singkat dibandingkan dengan Injil Matius maupun Lukas. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA