Tim GKI Bersinergi di Lombok

Sekian banyak doa yang tulus mengiring, saat Tim Gerakan Kemanusiaan Indonesia (GKI) mengabari ketibaan mereka di Lombok. Tim ini mendarat di Mataram, ibukota Nusa Tenggara Barat, pada Jumat (10/8). Mereka merupakan Tim GKI yang pertama berangkat, difokuskan untuk penyaluran bantuan yang telah terkumpul serta membantu kebutuhan medis di wilayah yang baru saja diguncang gempa tersebut.

Tim terdiri dari lima orang tenaga medis (dokter, perawat dan bidan) serta tujuh orang yang membantu logistik. Tidak hanya warga jemaat GKI, tim ini juga menyertakan dua personel dari Banser NU. Dalam perencanaannya tim akan berada di Lombok selama 5 hari 4 malam.

Pos kesehatan di Lenek

Tak lama setelah tiba di Mataram, tim kemudian berangkat membangun posko kesehatan darurat daerah Lenek, Lombok Utara, wilayah yang ditempuh sekitar 1,5 jam dari kota Mataram. Tim GKI menyalurkan bantuan barang dan memberikan pelayanan kesehatan bagi para pengungsi di wilayah ini. Di malam harinya, tim juga membantu posko yang dibangun oleh WALUBI yang masih kekurangan tenaga medis.

Membantu Pos WALUBI

Kerusakan infrastruktur memang masih sangat dirasakan di wilayah-wilayah ini. Sepanjang perjalanan tim menyaksikan banyak sekali reruntuhan bangunan serta jalan-jalan yang rusak parah. Hingga hampir seminggu pasca gempa, sejumlah media nasional masih memberitakan bahwa kebutuhan logistik untuk para pengungsi masih sangat dibutuhkan dan belum terdistribusi dengan baik. Bantuan berupa barang jadi masih menjadi kebutuhan yang sulit didapatkan.

Di tengah kesenjangan antara keterbatasan sumber daya dan kebutuhan yang begitu besar itu, Tim GKI berupaya untuk berpartisipasi. Sinergi antar semua elemen yang terlibat, baik masyarakat, pemerintah daerah maupun berbagai lembaga relawan adalah keniscayaan yang masih teramat dibutuhkan. **arms

Foto: Media Sinode GKI

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA