Er: Nama Terpendek dan Dosa Misterus

Persoalan nama terpendek di Alkitab memang berbeda dengan nama terpanjang. Kita sama-sama bisa melihat bahwa Maher-Syalal Hash-Bas (Yesaya 8:3), adalah nama yang paling panjang di Alkitab. Namun, ada beberapa orang yang kelihatannya punya nama terpendek. Semuanya ada di Kitab-kitab Perjanjian Lama.

Dalam terjemahan Alkitab berbahasa Indonesia atau Inggris, kita melihat setidaknya ada lima orang dengan nama yang hanya terdiri dari dua huruf. Mereka adalah Er – anak Yehuda, Uz – anak  Aram, Og – raja Basan, Ir – keturunan Aher dan So – raja Mesir. Akan tetapi, jika kita melihat lebih jauh, hampir semua nama tadi ditulis dengan tiga konsonan dalam versi Ibraninya. Hanya Er, anak sulung Yehuda yang tetap ditulis dengan dua konsonan.

Kisah Er ditulis dalam Kejadian 38. Setelah dewasa, Yehuda, putra keempat Yakub, menikah dengan perempuan yang bernama Syuah. Mereka memiliki tiga orang anak Er, Onan dan Syela. Nama Er sendiri kira-kira berarti penjaga, atau bangun untuk berjaga-jaga.

Dosa Misterius Er

Alkitab menuliskan kisah yang cukup tragis setelahnya. Er menjadi dewasa, kemudian dinikahkan dengan Tamar. Namun, ia diceritakan sebagai orang yang “jahat di mata Tuhan,” maka Tuhan pun membunuh dia (Kejadian 38:7).

Tidak ada yang tahu persis dosa apa yang sebenarnya dilakukan oleh Er sehingga dikatakan Tuhan membunuhnya. Ini merupakan kejadian pertama dimana Tuhan dinarasikan sengaja membunuh seseorang, apalagi dalam keluarga Abraham, bangsa yang Ia pilih.

Umumnya tafsiran rabbinik mengaitkan kesalahan Er dengan kesalahan Onan adiknya, yang tidak mau meneruskan keturunan kakaknya, saat menikahi Tamar. Juga dengan kesalahan Yehuda, yang enggan memberi Syela anak bungsunya untuk dinikahkan dengan Tamar, demi membangkitkan keturunan. Dalam legenda talmudik, Er dikisahkan sama seperti Onan adiknya. Ia selalu melakukan coitus interruptus saat berhungan dengan Tamar. Namun alasannya lebih karena Er khawatir jika istrinya hamil, itu akan mengurangi kepuasannya.

Pandangan para rabbi itu tentu terkait konsep pernikahan Yahudi yang bertujuan utama untuk menghasilkan keturunan. Sehingga Er, dihukum karena lebih mementingkan kesenangannya sendiri ketimbang rencana dan panggilan Tuhan bagi umat Israel.

Dalam konteks rencana Tuhan ini pula, sejumlah tafsiran evangelikal membandingkan kematian Er dengan kematian Ananias dan Safira (Kisah Para Rasul 5). Dimana keduanya ada di masa awal kelahiran umat Tuhan. Tuhan ingin menegaskan agar umatnya tidak mementingkan kesenangan sendiri, namun melihat rencana agung-Nya. Dalam tafsiran yang lebih lembut, kematian tidaklah selalu diartikan sebagai pembunuhan oleh Tuhan, namun juga hidup yang tidak berbuah.

Meski tafsiran tadi cukup diterima, namun tetap saja kematian orang dengan nama terpendek ini misterius. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA