Malam Madah dan Sabda di GKI Guntur

Pdt. Sosam Zebua, turun dari mimbar dan meminta izin untuk mengambil foto selfie dan wefie bersama jemaat yang hadir. Di barisan terdepan ia mengambil foto bersama para penari, juga kaum ibu dan bapak GKI Guntur, Bandung. Ia lantas memperlihatkan hasil foto itu kepada mereka.

Waktu dikasih lihat hasil foto, wajah siapa yang pertama kali kita cari?” Tanyanya secara retoris. Semua orang sudah tentu tahu, bahwa umumnya kita akan mencari wajah diri kita terlebih dahulu. “Kadang bahkan satu momen kita foto sampai sepuluh kali, supaya dapat foto yang paling bagus kitanya. Kadang tidak peduli kalau di foto itu teman kita terlihat lebih jelek,” sambung Pdt. Sosam disambut tawa pengakuan dari jemaat yang hadir.

Menurut pendeta GKI Rengasdengklok itu, egoisme dan pengutamaan diri memang sudah menjadi sifat yang melekat pada banyak orang. Tak jarang itu menjadi penghalang untuk upaya kebersamaan, bahkan membuat kita anti pada yang berbeda jauh dengan kita. Seringkali itu pula yang melanggengkan konflik saat kita menghadapi keberagaman.

 

Refleksi itu merupakan bagian utuh dari acara Malam Madah dan Sabda yang diselenggarakan oleh Komisi Kesenian GKI Guntur, pada Sabtu (29/9). Acara yang melibatkan Triangle Orchestra, Guntur Dance Ministry, Theater Guntur dan Childern of Light itu diselenggarakan di gedung kebaktian utama gereja ini. Kegiatan rutin Malam Madah dan Sabda merupakan momen dimana sejumlah tampilan seni, baik musik, tari, narasi teatrikal dan khotbah diusung menjadi satu ibadah yang utuh dan menyampaikan pesan firman Tuhan.

Tema Malam Madah dan Sabda kali ini adalah Merajut Kebhinekaan. Dalam rangkaian narasinya, tema ini memuat kisah penciptaan yang mengajak jemaat untuk menghayati kembali makna dan keindahan dari setiap perbedaan yang Tuhan ciptakan, kejatuhan yang menekankan munculnya konflik antar umat manusia, serta ajakan untuk kembali menghayati kepelbagaian yang Tuhan pulihkan. Sejumlah tampilan seni Nusantara menjadi pelengkap perayaan kebhinekaan itu.

Dalam momen malam itu juga diumumkan pemenang sejumlah lomba seni yang diadakan komisi kesenian diantaranya lomba cipta lagu dan cerpen. Kreativitas di bidang seni memang merupakan ciri yang sekian lama melekat dalam perjalanan jemaat GKI Guntur. Hal yang menampung sekian banyak talenta jemaat untuk berkarya bersama. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA