Penyegaran Iman di Bulan Keluarga GKI Agus Salim

Kasih Allah-ku sungguh t’lah terbukti… Ketika Dia serahkan Anak-Nya…

Lirik lagu ciptaan Pdt. Yuda Maliool itu dinyanyikan dengan gaya teduh oleh Donnie Sibarani. Di pengulangannya, ia pun mengajak seratusan lebih jemaat yang hadir untuk menyanyikannya bersama. Bagi Donnie, lagu ini senantiasa jadi tema perjalanan hidupnya di dunia tarik suara serta saat membangun keluarga.

Bersyukur, bersyukur dan bersyukur, berkali-kali itu ditegaskan, mengingatkan saya dan keluarga untuk menyadari dan tidak melalaikan semua anugerah Tuhan,” ungkapnya.

Penyanyi yang dulu dikenal sebagai vokalis salah satu band ternama Indonesia itu, tidak datang sendirian. Ia hadir bersama istrinya, Sonya Wattimena. Berdua mereka berbagi tentang bagaimana mereka membangun rumah tangga serta menghadapi keseharian hidup.

Tak hanya Donnie dan Sonya, Vanda Hutagalung, penyanyi yang dikenal kerap membawakan lagu-lagu lawas pun turut hadir memberi kesaksian dan mempersembahkan pujian. Mereka mengisi Kebaktian Penyegaran Iman yang diadakan oleh GKI Agus Salim Bekasi, pada Selasa sore (11/9).

 

Momen hari libur itu memang dimanfaatkan oleh GKI Agus Salim untuk menggelar kebaktian penyegaran iman, sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Bulan Keluarga. Di jemaat ini, Bulan Keluarga lazim diselenggarakan pada bulan September, serta diisi sejumlah variasi kegiatan, baik bentuk ibadah seperti Kebaktian Penyegaran Iman, Kebaktian Minggu bertema keluarga dan Ibadah Pengajaran untuk keluarga, maupun sejumlah kegiatan kebersamaan seperti turnamen olah raga dan pentas seni.

Dalam Kebaktian Penyegaran Iman di Bulan Keluarga ini, tema yang diangkat adalah Diberkati untuk Menjadi Berkat. Dalam khotbah yang disampaikan Pdt. Lusindo Tobing dari GKJ Nehemia (Pondok Indah), warga jemaat GKI Agus Salim diajak memahami bahwa keluarga adalah sarana untuk menyatakan syukur atas kasih Allah.

Anda tidak memilih keluarga Anda saat ini. Keluarga adalah pemberian Allah bagi Anda, sebagaimana Anda juga pemberian Allah bagi keluarga,” ungkap Pdt. Lusindo menukil perkataan Uskup Desmond Tutu. Pdt. Lusindo meyakini tiap keluarga Kristiani, lewat keseharian hidup yang penuh syukur, bisa memberi dampak besar bagi gereja, masyarakat dan bangsa ini. **arms

Foto: Juniar Margaretha

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA