Chemistry

Sameer dan Mohammed adalah simbol chemistry. Persahabatan sejati yang tak dibatasi oleh perbedaan fisik dan agama. Kisah persahabatan mereka terjadi di Suriah dan terekam dalam foto yang diabadikan pada tahun 1889.

Sameer adalah laki-laki Kristen yang lumpuh dan pendek fisiknya. Sedangkan Mohammed beragama Islam dan seorang tunanetra. Keduanya menjalani hidup bersama setiap hari dengan gembira. Mohammed selalu menggendong Sameer karena dia memiliki kaki yang kuat berjalan, sedangkan Sameer menjadi pengarah jalan bagi Mohammed dengan mata sehatnya.

Mereka tak pernah terpisahkan. Mereka saling membutuhkan dan melengkapi di tengah keterbatasan. Perbedaan agama, yang kemudian hari menjadi masalah di Suriah, tidak pernah menyurutkan persahabatan mereka. Kisah persahabatan mereka berakhir ketika Sameer meninggal dunia. Mohammed menangis dan mengurung diri selama satu minggu sebelum akhirnya dia meninggal, menyusul sahabatnya.

Setiap relasi selalu memiliki kecenderungan ini. Bukan hanya soal jodoh, persahabatan pun memiliki chemistry-nya. Ini yang membuat relasi itu klop di tengah perbedaan dalam persahabatan. Ini yang juga membuat seorang sahabat menjadi bagian dari hidup sahabatnya. Chemistry menggerakkan seorang sahabat rela berkorban tanpa pamrih bagi sahabatnya. Membuat mereka yang bersahabat merasakan kebahagiaan sebab setiap pemberian bernilai cinta kasih yang berharga. Persahabatan tak pernah bisa dibeli atau dihancurkan oleh keadaan apalagi materi.

Chemistry persahabatan merupakan keajaiban yang menghidupkan. Dia merupakan misteri yang tak pernah bisa dijelaskan dengan lengkap mengapa persahabatan itu bisa terjadi. Dalam kekristenan, setiap misteri yang mengandung keajaiban berasal dari Tuhan, termasuk chemistry persahabatan. Yesus yang pertama menunjukkan teladan itu. Dia menyambut siapapun yang menghadirkan cinta tulus dan rela berkorban, seperti yang dilakukan-Nya, sebagai sahabat-Nya. Chemistry itu, menurut Yesus, muncul hadir dalam diri semua orang yang mencintai Allah dan sesamanya.

Chemistry persahabatan bisa juga terjadi antara gereja dengan jemaatnya. Kita tak pernah bisa menjelaskan dengan sempurna mengapa gereja menjadi rumah bagi kita. Gereja tak pernah sempurna, namun entah mengapa kita tetap betah bahkan mau memberi diri bagi Tuhan dan sesama melalui pelayanannya. Inilah yang terjadi pada relasi kita dengan gereja. Kita masuk dalam chemistry persahabatan.

Sumber: Tim Media GKI Kayu Putih

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA