GKI Kayu Putih dan 38 Tahun Persahabatan

Waktu itu, selain ibadah minggu, nyaris tak ada kegiatan lain yang dilakukan. Jemaat yang awalnya berkumpul di Pondok Sentosa, wilayah Jl. Ahmad Yani, Cempaka Putih itu memang cukup akrab. Mereka biasa menghabiskan satu-satunya hari mereka bisa bercengkrama dengan penuh nuansa persahabatan. Mungkin tak ada yang menyangka, jemaat yang diresmikan sebagai jemaat ke-45 di GKI Jawa Barat pada 8 Oktober 1980 itu bisa menjadi sebesar sekarang.

Tentu saja di usia yang ke-38 tahun ini ada banyak hal yang telah berubah. Tempat ibadah sudah berpindah, dimulai dari memakai sebuah pondok, kemudian menumpang di gedung gereja GKPS, hingga memiliki gedung sendiri sejak 1986. Jumlah jemaat pun sudah sedemikian berkembang, demikian pula jumlah pengerja serta berbagai program dan kegiatan gerejawi.

Namun, tak hanya bergelut dalam persoalan fisik semata. Suasana persahabatan yang sejak awal menginspirasi terbentuknya jemaat ini, tetap ingin diwarisi dengan tanggung jawab yang lebih besar. Pdt. Linna Gunawan, salah seorang pendeta jemaat, meyakini bahwa hal itu merupakan tanggung jawab yang merupakan panggilan jemaat ini.

Kehadiran Gereja harusnya include bukan exclude siapapun yang mengasihi seperti ajaran-Nya. Karena itu setiap gereja yang memeluk nilai persahabatan Allah, dia semestinya bersifat inklusif bukan eksklusif. Dia merangkul dan berjalan dengan mereka yang menjadi sahabat-Nya juga. GKI Kayu Putih pada moment ulang tahun ke-38 hari ini mendeklarasikan diri sebagai gereja persahabatan dengan hadirnya program-program yang sejalan dengan persahabatan Allah,” ungkap Pdt. Linna sembari menyebut beberapa program yang telah dijalankan jemaatnya terkait tanggung jawab ini.

Jemaat ini telah merintis pelayanan intergenerasi, demikian pula sejak beberapa waktu belakangan pelayanan bagi kaum difabel juga sudah menjadi prioritas. Sebagai bentuk syukur di usia yang ke-38, GKI Kayu Putih juga mencangangkan pembangunan House of Friendship yang akan menjadi rumah bersama bagi warga jemaat, simpatisan dan warga sekitar. Bahkan diharapkan menjadi rumah bagi Indonesia untuk menarasikan keindonesiaan yang cinta damai merayakan perbedaan. Pengadaan rumah ini juga dibangun bersama-sama dengan siapapun yang juga ingin bersahabat bersama dengan GKI Kayu Putih melalui program Janji Sehati.

Maka di kebaktian syukur pada Senin sore (8/10), tema Semua Sahabat Sahabat Semua bukanlah sekedar slogan nostalgia. Ia adalah ikrar sekaligus semangat yang terus berkembang untuk terus dihidupi. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA