Serba-serbi Persidangan GKI SW Jawa Barat

Barangkali surga GKI itu berbentuk ruang rapat dan agendanya persidangan …

Gurauan itu sering dilontarkan baik oleh warga jemaat GKI maupun rekan dari gereja dan umat lain yang menyaksikan betapa intensnya kegiatan pertemuan, rapat dan persidangan di gereja ini. Bayangkan saja akan selalu ada agenda rutin rapat dan sidang untuk tingkat sinode, sinode wilayah, klasis dan jemaat setiap tahunnya. Belum lagi komisi-komisi, pokja, panitia, badan pelayanan dan lembaga-lembaga lain yang ada di keempat lingkup kesatuan GKI itu.

Rutinitas tentu menimbulkan sejumlah kebiasaan. Begitu seseorang intens mengikuti pertemuan sidang di GKI akan terlihat beberapa unsur yang seringkali ada, apa saja unsur tersebut? SELISIP mencoba mendaftar beberapa bagian saja, yang biasanya ada di persidangan, secara khusus di lingkup GKI SW Jawa Barat.

Majelis Penyambut Persidangan
Di sinode wilayah, biasanya akan dipercayakan satu klasis untuk mengurus dan memfasilitasi persidangan. Seperti pada PMSW GKI SW Jawa Barat yang lalu (27-29/9), majelis klasis yang menyambut adalah GKI Klasis Jakarta Selatan.

Sementara di klasis, keperluan itu biasanya difasilitasi oleh satu jemaat. Sebagai contoh PMK GKI Klasis Banten Agustus lalu (3-4/8), yang menjadi penyambut adalah GKI Griya Merpati Mas.

Perutusan Persidangan
Di GKI anggota utusan ditetapkan oleh tiap lingkup kesatuan. Dalam arti yang menghadiri persidangan klasis adalah utusan tiap jemaat, yang menghadiri sidang sinode wilayah adalah utusan tiap klasis, sedangkan yang menghadiri sidang sinode adalah utusan tiap sinode wilayah.

Selain utusan di tiap lingkup kesatuan ini, pengurus sejumlah badan pelayanan, pengurus tiap komisi, komunitas, Pokja atau lembaga yang ada di tiap lingkup kesatuan juga menjadi penghadir sidang. Misal di lingkup Sinode Wilayah Jawa Barat ada Yayasan BPK Penabur, YPTK UKRIDA, PPK Tabitha, atau Komisi Kependetaan Sinode Wilayah, YEC, Gerakan Kebangsaan Indonesia, dll.

Demikian pula dalam sidang sinode wilayah, utusan dari BPMSW sinode wilayah lain dan BPMS GKI juga hadir. Di lingkup persidangan klasis, utusan dari BPMS, BPMSW, dan BPMK dari klasis lainnya juga hadir.

Biasanya sebelum sidang dimulai, kelengkapan perutusan ini akan dicek presensinya.

Kader untuk Notulensi
Dalam sidang Sinode Wilayah dan Klasis, biasanya keperluan notulensi dipercayakan pada mereka yang tengah menjadi kader pendeta. Ini merupakan bentuk pelibatan sejak awal agar para kader mengalami sendiri bagaimana proses pengambilan keputusan dilakukan di organisasi gereja.

Notulensi itu biasanya mencakup redaksional tiap keputusan, juga verbatim (kata-perkata) pembicaraan yang ada selama proses pengambilan keputusan tersebut. Pengarsipan ini, meski sangat banyak, biasanya akan sangat membantu jika di tahun-tahun berikutnya kita perlu meninjau mengapa suatu keputusan diambil.

Dalam PMSW yang baru saja dilangsungkan September lalu, misalnya ada 8 orang kader yang membantu notulensi.

Persidangan Seksi
Selain berkebaktian bersama serta membahas permasalahan di sidang pleno, persidangan juga dilakukan dalam skala yang lebih kecil dan intens lewat sidang seksi. Disini pembahasan diutamakan untuk sosialisasi yang intens atau masukan untuk dibawa dalam sidang pleno. Sidang seksi itu biasanya mengikut perbidangan di kepengurusan majelis tingkat Sinode Wilayah dan Klasis.

Gereja Mitra
Di persidangan sinode wilayah yang durasinya agak panjang (seperti P-76 GKI SW Jabar tahun ini atau P-74 GKI SW Jabar dua tahun lalu) biasanya gereja yang menjadi mitra GKI SW Jawa Barat turut hadir sebagai undangan. Dua tahun lalu misalnya, Gereja Kristen Pasundan (GKP) dan Presbyterian Church of Taiwan (PCT) ikut menghadiri persidangan. Demikian pula tahun ini perwakilan dari GKP, Gereja Kristen Injili-Tanah Papua dan Gereja Kristus juga turut hadir. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA