Cerita dari Empat Filipus (2)

Cerita dari Filipus sang penginjil atau kadang juga disebut sang diakon sering tercampur dengan Rasul Filipus yang merupakan satu dari dua belas murid Yesus. Padahal, dalam empat kisah yang menyebut namanya di Kisah Para Rasul, perannya jelas dibedakan dengan para rasul.

Sang penginjil ini pertama kali disebut sebagai salah satu dari tujuh diakon perdana di gereja Yerusalem. Bersama Stefanus, Prokhorus, Nikanor, Timon, Parmenas dan Nikolaus, ia membantu pelayanan diakonia sehingga meringankan tugas kedua belas rasul (Kisah Para Rasul 6:5). Melihat alasan pemilihan serta nama Helenis yang mereka sandang, cukup lumrah jika menduga Filipus dan rekan-rekannya ini merupakan kaum Yahudi Diaspora. Apalagi Nikolaus jelas disebut sebagai orang yang berlatar bukan Yahudi.

Agaknya hal itu pula yang membuat mereka tidak hanya berfungsi sebagai pengatur diakonia. Mereka juga punya semangat yang luas untuk menyebarkan Injil melampaui sekat-sekat Yudaisme. Selepas martirnya Stefanus di Yerusalem (Kisah Para Rasul 7), Lukas langsung menceritakan peran Filipus yang merintis pemberitaan Injil pada orang Samaria, sida-sida Etiophia, Asdod dan Kaisarea Maritima (Kisah Para Rasul 8).

Satu kali lagi nama sang penginjil itu dikisahkan sekitar 20 tahun kemudian, saat ia menampung rasul Paulus dan rekan sepelayanannya di Kaisarea (Kisah Para Rasul 21:8-9). Cerita itu menambahkan bahwa ia mempunyai empat orang anak perempuan yang memiliki karunia nubuat.

Dari kisah itu pula terlihat bahwa rumah Filipus sering menjadi tempat berkumpul para jemaat di kota pantai itu. Lukas menceritakan bahwa selama tinggal disana, rasul Paulus sempat bertemu dengan banyak jemaat setempat dan bahkan dengan Agabus seorang nabi dari Yudea yang datang berkunjung.

Kisah Filipus nampaknya menjadi teladan yang baik tentang semangat untuk merintis serta hospitalitas untuk memelihata. Jemaat di Samaria serta pertobatan sida-sida Etiopia menjadi cikal-bakal kekristenan tersebar pada bangsa-bangsa non-Yahudi. Kaisarea Maritima, tempat tinggal Filipus, juga menjadi salah satu pusat perkembangan awal kekristenan, mengingat posisinya yang penting sebagai pusat perdagangan kala itu.

READ  Matias: Rasul yang Diundi

Dalam tradisi gereja disebutkan bahwa saat penghancuran Yerusalem, Filipus turut dalam jemaat Kristen dan Yahudi yang keluar dari wilayah Palestina. Ia dikisahkan tinggal di kota Tralles (sekarang Aydin, Turki) dan menjadi pemimpin jemaat disana. **arms

Ilustrasi: medium.com

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA