Mengenal Prioritas dalam Kepemimpinan di LDP GKI Maulana Yusuf

Diskusi sesi pertama Leadership Development Program (LDP) angkatan ke-12 itu berlangsung seru. Sekitar 25-an peserta bergantian mengemukakan pendapatnya tentang sosok yang mereka anggap layak disebut sebagai pemimpin. Mereka pun tanpa sungkan sanggah-menyanggah pendapat terkait mungkinkah seseorang memberi pengaruh dan memimpin tanpa sejumlah kualitas karakter tertentu.

Sesi yang difasilitasi oleh Albert Tommy pada Sabtu (10/11) ini memang menjadi modul paling awal dalam kelas LDP yang diselenggarakan GKI Maulana Yusuf. Dalam modul pelatihan yang direncanakan diadakan selama empat minggu tersebut, sesi Dasar-dasar Kepemimpinan menjadi fondasi yang baik dalam menggali dan mengolah kembali persepsi peserta tentang apa yang selama ini mereka anggap sebagai pemimpin.

Kepemimpinan adalah hal yang harus selalu ada. Entah di pelayanan gereja, di masyarakat maupun di dunia kerja. Yang sering menjadi masalah adalah orang yang mengerjakan tugas kepemimpinan itu tidak mengerti apa yang harus dia kerjakan untuk mengemban tugas itu. Seringkali justru terjebak dalam konflik yang tidak produktif terkait hal-hal sepele, dan menghabiskan banyak energi disana,” ungkap Tommy.

 

Alumnus Fakultas Teknik Universitas Kristen Maranatha dan program magister bisnis ITB itu berbagi pengalaman yang membentuknya saat menghadapi sejumlah konflik organisasional. Ia pun mengajak para peserta untuk berbagi pengalaman serupa. Dari sejumlah permasalahan itu mereka mencoba menyimpulkan apa-apa saja yang perlu diperhatikan dan diprioritaskan dalam membentuk kepemimpinan yang efektif.

Tommy yang merupakan peserta di angkatan pertama LDP ini, menegaskan bahwa perubahan mind-set tentang kepemimpinan itu memang bisa didapapati dalam pelatihan seperti ini. Di sesi ini misalnya orang dapat mengerti tentang bagaimana menetapkan prioritas dalam bekerja, memahami bagaimana dan kapan menerapkan pendampingan atau pendelegasian tugas.

Namun, yang lebih penting memang harus ada komitmen untuk mulai mengerjakannya mulai dari hal-hal yang paling kecil, setelah itu barulah kita perlu melihat hal-hal lain yang perlu kita kembangkan untuk mengemban kepemimpinan di salah satu bidang tertentu.

Tommy menceritakan bagaimana ia saat memulai pelayanan, seringkali berkutat di permasalahan yang tidak esensial. Ia butuh komitmen lebih untuk mulai menerapkan apa yang ia dapat di LDP, yaitu menjauhkan perhatian akan hal-hal tadi dan beralih fokus pada hal yang patut menjadi prioritas. Hal yang baginya justru sangat berguna saat ia ada di dunia kerja. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA