Serba-serbi Natal (2): Lagu

Apa lagu Natal yang menjadi favorit? Menjawab pertanyaan serba-serbi ini, sebagian orang mungkin akan langsung mengingat kidung Malam Kudus (Silent Night/Stille Nacht) gubahan Franz Gruber dan Joseph Mohr. Lagu yang tahun ini tepat berusia 200 tahun itu memang menjadi lagu Natal yang paling sering dinyanyikan. Meski bermula dari christmas carol gubahan seorang pastor Katolik, kidung ini justru lebih sering dinyanyikan bersama saat prosesi penyalaan lilin Natal di gereja-gereja Protestan.

Gereja-gereja Protestan di masa sekarang mungkin juga melangsungkan prosesi penyalaan lilin bersama itu dengan lagu O Holy Night. Demikian pula serba-serbi lagu seperti Hark The Herald Angel Sing (Gita Sorga Bergema), Joy to The World (Hai Dunia Gembiralah), atau O Little Town of Betlehem (Hai Kota Mungil Betlehem), juga merupakan bagian dari Christmas Carol yang populer.

Kidung-kidung Natal memang memilik sejarah yang cukup panjang. Himne Iesus Refulsit Omnium (Yesus menerangi semua) dari St. Hilarius dan Veni Redemptor Gentium (Datanglah, Sang Penebus banyak bangsa) gubahan St. Ambrosius merupakan himne Natal tertua yang tercatat saat ini. Keduanya diperkirakan berasal dari abad ke-4 Masehi.

Meski demikian, Lagu Natal tertua yang masih cukup populer dinyanyikan hingga sekarang adalah In Dulci Jubilo, yang kini lebih dikenal dalam terjemahan lepasnya Good Christian Men Rejoice (KJ No 106: Bernyanyilah Merdu). Lagu ini berasal dari tradisi Jerman abad ke-13.

Lagu-lagu bertema Natal kadang juga hadir dalam warna yang lebih sekuler. Lagu seperti White Christmas, Little Drummer Boy atau Jingle Bells juga sering dinyanyikan terutama di acara-acara Natal yang sifatnya lebih publik, bukan ibadah gereja.

Uniknya, lagu-lagu Natal tidak selalu ditulis oleh orang Kristen. Ambil contoh lagu populer White Christmas, misalnya. Lagu yang menceritakan kerinduan seseorang akan suasana Natal yang damai dan hangat itu digubah oleh Irving Berlin seorang imigran Yahudi-Rusia.

READ  Fakta Hari Sabat (II)

Demikian pula lagu Minuit Chretiens (O Holy Night). Syair untuk lagu tersebut memang ditulis oleh seorang penulis Katolik asal perancis, Placide Cappeau. Namun musiknya digubah oleh Adolphe Adam, seorang Yahudi.

Nampaknya, dibandingkan lagu Kristiani bertema lain, lagu-lagu Natal justru lebih banyak melintas batas, dinyanyikan dan digubah tidak hanya oleh orang Kristen. **arms

Ilustrasi: rd

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA