BPK Penabur turut Melahirkan Pecatur Handal

Jonathan Antony tampak senang bisa bertemu dengan para pecatur yang telah meraih master nasional maupun internasional. Ia sempat bertemu dan berbincang sejenak dengan GM Susanto Megaranto, yang hari itu hadir bersama pecatur terkenal lain seperti WGM Irine Kharisma Sukandar, IM Taufik Halay, IM Sean Winshand Cuhendi, WFM Samantha Edithso dan WFM Christine Elisabeth. Mereka ikut mendukung kegiatan Chess in School, yang digelar Sabtu (12/1) di Aula SMAK 1 BPK Penabur Jakarta.

Ini sangat memotivasi saya. Jadi pengen seperti mereka, bahkan kalau bisa lebih,” ungkapnya serius. Ia sangat senang, sebab ini pertama kalinya BPK Penabur se-Jakarta menggelar Chess in School, ajang turnamen, hiburan dan edukasi catur untuk siswa-siswi sekolahnya.

Siswa SMAK Penabur Gading Serpong ini mengaku sudah menyukai catur sejak kecil. “Dulu waktu kecil, saya makannya susah. Kadang sampai satu jam. Nah… Mama punya akal, disuapin sambil main catur, satu langkah satu suapan. Makannya jadi bisa lebih cepat. Sejak itu saya semakin tertarik belajar catur.” kenangnya Jonathan.

Prestasi Jonathan sudah mulai terlihat. Ia baru saja meraih medali emas di cabang catur pada Pekan Olah Raga Provinsi Banten, yang digelar tahun 2018. Meski demikian, Jonathan mengaku bahwa kegiatan belajar di sekolah masih merupakan fokus utamanya. Saat ini ia tengah sibuk dengan sejumlah try-out untuk menghadapi ujian akhir, belum terpikir untuk mengikuti kompetisi berikutnya.

Sekolah BPK Penabur belakangan melihat minat dan potensi yang besar di para siswanya terkait olah raga catur. Antono Yuwono, ketua BPK Penabur Jakarta berharap orang tua siswa semakin mendukung anak-anaknya yang menyukai olah raga catur. Ia meyakini siswa BPK Penabur cukup banyak yang punya minat dan bakat menjadi pecatur handal. Sejumlah pecatur muda yang kini tengah mengorbit seperti WFM Samantha Edithso, WFM Christine Elisabeth, MPW Cecilia Natalie Liuyian dan Jonathan adalah siswa atau alumnus BPK Penabur.

Hal itulah yang mendorong yayasan yang telah memiliki 80 sekolah di wilayah Jakarta dan sekitarnya ini untuk menggandeng Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI) dalam menggelar kegiatan Chess in School. Selain menghadirkan turnamen yang berkelas, Chess in School juga menghadirkan para pecatur handal untuk berbagi pengalaman serta bertanding dengan para siswa.

Tak hanya untuk wilayah Jakarta, Ketua umum Yayasan BPK Penabur, Adri Lazuardi, yang turut hadir dalam acara ini, berharap PERCASI dapat bekerja sama dengan sekolah BPK Penabur di kota lain untuk mencari bibit-bibit pecatur handal. **arms

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA