Ceria di Konven Pendeta GKI SW Jawa Barat

Awal tahun memang menjadi waktu spesial buat para pendeta, calon pendeta maupun pendeta emeritus yang ada dalam jemaat di lingkup GKI Sinode Wilayah Jawa Barat. Memulai tahun yang baru, mereka biasanya berkumpul bersama-sama tiap anggota keluarganya dalam konven. Seperti tahun ini, Jumat lalu (4/1), mereka berkumpul di Cirebon untuk serangkaian acara kebersamaan.

Jika tahun lalu di Jakarta (GKI Gading Indah) acara lebih mengangkat tema kesehatan, tahun ini konven memang lebih banyak menghabiskan waktu untuk kebersamaan dan saling mengenal. GKI Klasis Cirebon yang merupakan penyelenggara di tahun ini, terbilang sangat baik dalam mempersiapkan sejumlah rangkaian acara. Dimulai dengan sesi ibadah, lalu wisata kota Cirebon (kuliner dan batik), sejumlah kegiatan kebersamaan dengan doorprize, serta diakhiri dengan makan malam bersama dengan view kota Cirebon.

Para peserta amat menikmati kegiatan konven ini. Sesi kebersamaan menjadi ajang mereka berbagi keceriaan. Apalagi ada sejumlah doorprize untuk kategori perserta paling heboh, paling diam, paling ramah dan beberapa kategori lain.

Doorprize ini merupakan momen yang paling disambut meriah oleh para peserta. Saat Pdt. Ronny Nathanael mendapat predikat peserta terheboh, misalnya, para peserta lain langsung mengiayakan dengan serempak. Mengingat sepanjang acara pendeta GKI Gading Indah ini begitu heboh memainkan games. Selain pendeta Ronny, ada Pdt. Nanang yang mendapat predikat peserta teramah, Pdt. Steven Sulaiman sebagai peserta yang paling tepat waktu, juga ada Pdt. Suta Prawira sebagai peserta paling diam.

Kebersamaan dalam bentuk yang lekat keseharian seperti ini memang menjadi semangat baru bagi para pendeta, calon pendeta dan pendeta emeritus di GKI Sinode Wilayah Jawa Barat. Para pengerja muda dengan mereka yang sudah berpengalaman bisa berbagi dalam ruang yang tidak terlalu formal. Juga dengan tiap anggota keluarganya. Konsep ber-sinode (Yunani: sun hodos, berjalan bersama) tidaklah semata dimengerti sebagai kesatuan organisasional belaka. Namun juga kebersamaan yang saling mengenal dan berbagi, baik di tengah satu jemaat maupun antar jemaat. **arms

Foto: Pdt. Nanang

Selisip

About Selisip

SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.

KOMENTAR ANDA