Masih Ingatkah kamu, ketika ditanya siapa tokoh yang paling tua di Alkitab? Ya, dia adalah Metusalah, kakek Nuh yang hidup sampai 969 tahun lamanya. Kematiannya sama dengan tahun terjadinya peristiwa air bah.

Metusalah adalah anak dari Henokh. Henokh hidup 365 tahun lamanya (Kejadian 5:23), Henokh memiliki hubungan yang baik dengan Allah, dengan imannya ia terhindar dari kematian karena telah diangkat oleh Allah sendiri (Ibrani 11:5)

Metusalah anak Henokh sering digambarkan sebagai bentuk kesabaran Allah. Allah menunda air bah sampai pada hari kematiannya. Allah memanjangkan umur Metusalah demi menunggu manusia bertobat kepada Allah. Namun, kesempatan yang diberikan Allah tidak digunakan sebaik mungkin.

Pada hari kematian Metusalah, air bah datang dan melenyapkan semua yang hidup (Kejadian 6:17). Kejahatan manusia yang makin besar tiap harinya adalah sebab mengapa Allah menghapuskan manusia, hewan dan binatang melata dari muka bumi. Hanya Nuh yang mendapat kasih karunia di mata Allah.

Umur panjang yang dikaruniakan Allah kepada Metusalah menunjukkan bahwa Allah memberikan banyak waktu untuk manusia agar bertobat. Dalam kehidupan kita saat ini, tiap hari kita diberikan kesempatan untuk hidup baik dan seturut kehendak Allah. Tapi, seringkali kita memilih “nanti ke nanti” untuk bertobat. 🙂

Author

  • Selisip

    SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.