Pada satu masa. Alkitab mencatat bahwa Kaisar Klaudius memerintahkan agar semua orang Yahudi dikeluarkan dari Roma, baik yang bersalah maupun yang benar. Pada saat itulah seorang Yahudi bernama Akwila bersama isterinya yang dulu pindah ke Roma dari Pontus melalui laut hitam pergi ke Korintus.

Akwila dan Priskila adalah sepasang suami isteri yang memiliki keahlian membuat tenda. Keahlian itu didapat dari ayah Akwila dan dijadikannya pekerjaan untuk menghidupi dirinya juga Priskila. Tenda mereka dibuat dari kulit kambing yang harus dipotong seorang ahli dan dijahit dengan tepat. Akwila kemudian mengajarkan itu pada istrinya, dan Priskila dengan senang hati membantu suaminya dalam pekerjaan itu.

Setelah mereka tiba di Korintus, mereka mencari pasar untuk memulai usaha pembuatan tenda. Tidak lama setelah mereka menetap disana sebagai tukang tenda, orang Yahudi lain yang juga pembuat tenda baru datang dari perjalanan penginjilannya di Atena, yaitu Rasul Paulus. Rasul Paulus pun melakukan hal yang sama ketika sampai disana. Dia masuk ke kota yang baru, mencari pasar dan mencari petunjuk Tuhan untuk pelayanan berikut, serta bekerja untuk menunjang pelayanannya.

Alkitab mengisahkan seperti ini, “Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus. Di Korintus ia berjumpa dengan seorang Yahudi bernama Akwila, yang berasal dari Pontus. Ia baru datang dari Italia dengan Priskila, isterinya, karena kaisar Klaudius telah memerintahkan, supaya semua orang Yahudi meninggalkan Roma. Paulus singgah ke rumah mereka. Dan karena mereka melakukan pekerjaan yang sama, ia tinggal bersama-sama dengan mereka. Mereka bekerja bersama-sama, karena mereka sama-sama tukang kemah.”Kisah Para Rasul 18:1-3

Sejak tinggal dan hidup bersama dengan Rasul Paulus, tak hanya pekerjaan membuat tenda yang dilakukan bersama-sama. Mereka belajar tentang kebenaran dan iman mereka kian diteguhkan. Selama satu tahun enam bulan Rasul Paulus mengajarkan firman di tengah-tengah mereka. Bisa dibayangkan betapa pesat dan dahsyatnya pengenalan akan Tuhan yang di dapat Akwila dan Priskila.

BACA JUGA  Serba-serbi Natal (1)

Mereka tumbuh menjadi pasangan yang setia dan taat pada firman Tuhan. Dan walau mereka bekerja keras di toko untuk membuat tenda, memelihara keluarga dan memperhatikan tamunya, mereka tak pernah lupa untuk selalu meluangkan waktu mempelajari Alkitab secara serius. Membagikan firman untuk memperkuat kasih mereka dan kebersamaan mereka.

Priskila dan Akwila kemudian mengikuti Paulus ke Siria. Mereka semua pergi ke Efesus dan menetap di sana, sedangkan Paulus melanjutkan perjalanannya ke Kaisarea. Warga Efesus mungkin membutuhkan banyak pengajaran firman Tuhan, mungkin inilah sebabnya Priskila dan Akwila tetap tinggal di sana. Keduanya mempunyai pemahaman yang mendalam tentang firman Tuhan. Mereka mengerjakan pelayanan mereka dengan setia.

Meskipun tidak semua pelayanan berhadapan dengan masyarakat luas, mayoritas pelayanan Kristen dipegang oleh orang-orang yang berdedikasi seperti Priskila. Mereka mengajar dan mendorong kelompok kecil orang percaya dan orang tidak percaya. Priskila dan suaminya mengetahui panggilan mereka dan setia kepada panggilan itu.

Selain itu, Priskila dan Akwila juga menolong Apolos. Apolos mempunyai pengetahuan yang cukup mendalam tentang firman Allah. Priskila dan Akwila berbicara secara pribadi kepadanya dan mengajarkannya lebih banyak tentang jalan kebenaran. Pasangan suami isteri ini melakukan pekerjaan dan panggilannya dengan sangat baik. Mereka menjadi orang tua rohani dan mengasuh banyak anak dalam Tuhan dan membangun pelayanan-pelayanan yang kuat. Sungguh merupakan sebuah panggilan yang luar biasa. **yst