Sebelum diberikan hal yang besar, tentu setiap kita lebih dulu dituntut menyelesaikan proses yang kecil. Jika di langkah pertama itu kita sudah menyerah, maka hal besar bisa saja hanya angan-angan. Begitu juga tokoh-tokoh Alkitab yang dipercayakan Allah untuk memimpin sebuah bangsa. Daud, misalnya, mempunyai keberanian untuk menghadapi raksasa Goliat karena sebelumnya ia sudah menghadapi beruang dan singa (1 Samuel 17: 34-37).

Lalu, setelah ia mampu menaklukkan Goliat, Daud juga dapat menghadapi beban yang lebih berat saat menghadapi Saul.

Musa dapat memimpin jutaan orang Israel karena ia telah menghabiskan waktu 40 tahun menggembalakan domba (Keluaran 3:1), dan Stefanus menjadi martir karena ia sudah terbiasa mematikan kedagingan setiap hari demi mengabarkan injil (Kisah Rasul 6-7).

Sampai di tahapan itu tentu membutuhkan latihan yang tidak main-main. Sudah pasti iman kita akan diuji dan perjalanan kita terlihat lebih sulit. Namun, semuanya harus dimulai dari hal kecil itu. Prosesnya tentu tak mudah, akan banyak hal-hal mengecewakan dan kegusaran yang timbul.

Namun, seiring kita mampu melewatinya dengan iman, Tuhan akan menunjukkan hadiah yang melebihi ekspektasi kita. Hari demi harinya kita akan semakin ditempa dan tentu saja kepribadian kita akan lebih kuat. Sama seperti tokoh Alkitab yang telah merasakan hal-hal besar di atas. Seperti Paulus yang telah dipercayakan Allah untuk memikul beban pelayan besar dengan penuh kerendahan hati.

Mungkin beberapa diantara kita sedang diproses dalam perjalanan yang sempit dan curam. Terkadang pula, rasa khawatir dan kekecewaan seperti tak berujung. Sebut saja, di dalam pekerjaan kita mulai lelah dengan posisi yang rendah tapi beban yang tak ada habisnya. Rasa lelah itu normal, tapi menyerah bukanlah jawaban.

BACA JUGA  Tokoh-tokoh Tak Bernama di Alkitab

Ketika perjalanan ini mampu kita selesaikan dengan baik, imanilah bahwa Tuhan menyiapkan hal besar di depan. Tuhan menginginkan anaknya mampu ditempa dengan baik sebelum menjalani hal-hal besar. Karena itu jangan pernah menimbang-nimbang pelayanan yang kita lakukan, sebab hal terkecil yang kita lakukan dengan penuh ketaatan dan kerendahan hati akan menjadi berarti.

“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.” – Lukas 16:10