Ibu memberikan pengaruh yang sangat besar untuk setiap pribadi anak-anaknya. Pengajaran yang disampaikan seorang ibu kepada anaknya tentunya akan mempengaruhi tumbuh kembang si anak ke depannya. Ada beberapa sosok ibu di dalam Alkitab yang memberi pelajaran yang berharga bagi kita. Kali ini kita akan coba melihat dua sosok ibu yang masing-masing memberikan pengajaran berbeda kepada anak-anaknya.

Pertama kita akan melihat kisah Ibu Mikha. Mikha dan ibunya adalah orang Israel dari suku Efraim. Mereka hidup ketika Israel masih berupa negara muda di Tanah Perjanjian. Ada satu kejadian dimana Mikha mengakui telah mencuri sejumlah uang perak dari ibunya. Ia baru mengaku ketika si ibu mengutuk pencuri uang itu.

Apa yang dilakukan sang ibu setelah mengetahui hal itu? Ia memafkan dan meminta Tuhan memberkati anaknya, kemudian ia bermaksud untuk menyerahkan uang itu agar dijadikan patung pahatan atau patung tuangan (Hakim-hakim 17:3). Setelah patung itu selesai ia menaruhnya di rumah dan Mikha sangat terkagum-kagum dibuatnya.

Mungkin sang ibu tidak memiliki pemahaman yang benar tetang Tuhan. Ia tahu bahwa berkat itu datang dari Tuhan tapi ia membangun patung yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan Tuhan. Ia mencampur aduk sesuai pandangannya sendiri. Dan Mikha pun menjadi sepemahaman dengan ibunya.

Tindakan-tindakan kita membawa akibat yang fatal dan kekal bagi mereka. Kita hanya perlu mengingat apa yang terjadi pada Mikha. Ia menjadi seorang penyembah berhala, dan ia menjadikan anaknya seorang penyembah berhala. Tetapi kebobrokan ini tidak berakhir sampai di situ.

Bani Dan, suku tetangga, menemukan benda pahatan yang disembah Mikha dan sangat menginginkannya. Mereka mencurinya dan menyakinkan imamnya untuk bergabung dengan mereka (Hakim-hakim 18:1-31).

Sebagai akibatnya, satu suku bangsa menjadi bobrok dan berdosa terhadap Tuhan. Bahkan kelak akan tiba masanya dalam sejarah Israel ketika orang-orang dari suku lain mengunjungi tempat ini untuk menyembah berhala (l Raja-raja 12:28-30).

Ibu Yakobus dan Yohanes
Ibu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, hidup di zaman Yesus. Anak-anaknya satu generasi dengan Tuhan kita. Ketiga-tiganya menjadi pengikut Yesus. Malahan, ibu ini adalah salah satu dari perempuan-perempuan yang mencukupi keperluan Tuhan kita. Namanya adalah Salome.

Walaupun latar belakang Yesus hanyalah seorang tukang kayu, ibu anak-anak Zebedeus ini menaruh percaya pada Dia. Bersama anak-anaknya ibu ini mendekati Tuhan. Ia berlutut di hadapan Yesus dan mengajukan permohonan khusus (Matius 20:21). Ibu anak-anak Zebedeus ini punya iman yang besar. Ia sudah melihat cukup banyak mujizat untuk mengetahui bahwa tak ada yang mustahil bagi Yesus.

Tuhan kita mengingatkan mereka pada kenyataan bahwa kerajaan Yesus bukanlah seperti kerajaan dunia. Ia bertanya kepada ibu dan anak, apakah mereka tahu apa yang mereka minta. Meskipun demikian, ibu anak-anak Zebedeus ini tidak tergoyahkan. Ia mempertahankan imannya dan tetap menjadi pengikut setia. Seorang perempuan yang kurang beriman pasti sudah berpaling dari Tuhan.

Kedua ibu ini sama-sama punya pengaruh besar terhadap anak-anak mereka. Yang satu memalingkan anaknya jauh dari Tuhan sementara yang lain menarik anaknya dekat kepada Tuhan. Pilihan yang diambil oleh para ibu ini sudah pasti telah membawa anaknya kepada jalan yang berbeda. **yst

Author

  • Selisip

    SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.