Hadiah utama: satu ekor kambing. Poster digital kegiatan lomba tujuhbelasan itu tampil unik di tengah sederet undangan peringatan kemerdekaan lainnya. Acara yang merupakan agenda dari dua gereja semuasal, GKI dan GKP Kebonjati itu, memang ditujukan sebagai pesta rakyat, yang melibatkan warga sekitar Jalan Kebonjati.

Ini awalnya kami dipanas-panasin oleh kawan-kawan GKI nih,” canda Prabowo, panitia pelaksana kegiatan. Pria yang menjadi ketua perayaan hari raya gerejawi di majelis GKP Kebonjati itu menerangkan ini merupakan kali pertama kedua gereja yang berdekatan itu mengadakan event tujuhbelasan untuk masyarakat.

Kalau boleh dibilang ini sesuai tagline pemerintahlah. Ini kerja bersama. Persiapannya lumayan singkat tapi kami bisa berkoordinasi dengan baik,” lanjut Prabowo bersemangat.

Willy Setiawan, panitia dari GKI Kebonjati juga mengungkapkan hal serupa. Ia mengaku sangat senang bisa terlibat cukup banyak dalam kepanitiaan bersama, yang menurutnya cukup repot namun menyenangkan ini.

Sepanjang wawancara yang singkat dengan SELISIP, Willy memang beberapa kali hilir mudik, turut mengatur jalannya perlombaan. Ada delapan lomba yang digelar dalam pesta rakyat ini, yaitu lomba menghias tumpeng, makan kerupuk, balap kelereng, tepuk balon, tarik tambang, lomba memasukkan paku ke botol, tiup bola pingpong dan sepak bola sarung. Tim dari GKP Kebonjati, GKI Kebonjati dan warga setempat bertanding dengan penuh keceriaan, memperebutkan hadiah utama seekor kambing.

Perlombaan yang digelar sejak pukul sembilan pagi itu berlangsung semarak. Anak-anak hingga para lansia beradu dalam lomba sesuai tingkatan usia mereka. Para pendeta di kedua jemaat ini pun diharuskan terlibat sepenuhnya dalam lomba. Beberapa kali pula ada yang sengaja iseng mengerjai rekan-rekannya yang turut bertanding. Hal yang tentu mengundang gelak tawa, meski di tengah cuaca yang menjelang terik.

BACA JUGA  Pemuda GKI Ikut Menyelami Makna Nyepi

Sebelum perlombaan tersebut, sejak pukul tujuh pagi, diadakan kebaktian ucapan syukur. Jemaat GKI dan GKP Kebonjati, bersama-sama menghadiri kebaktian yang dipimpin Pdt. Firdaus Nyman itu. Lalu diikuti upacara bendera yang turut dihadiri warga.

Kebersamaan GKI, GKP dan masyarakat sekitar Kebonjati ini turut merajut kenangan historis. Wilayah ini adalah salah satu titik awal pelayanan umat Kristiani bagi masyarakat Kota Bandung, bahkan sebelum kemerdekaan RI.

Gedung gereja yang kini ditempati GKP Kebonjati telah dibangun sejak 1898 sebagai buah misi pelayanan untuk umat Kristiani Bandung. Bersamaan dengan hadirnya gereja, terbangun pula sarana pendidikan dan kesehatan. GKI Kebonjati sendiri saat ini menempati bangunan yang dulunya adalah rumah sakit Zending Hospital (sekarang bernama R.S. Immanuel). Selepas dimandirikannya jemaat yang berlatar etnis Tionghoa ini pada 1924.

Maka momen-momen kebersamaan seperti acara tujuhbelasan diharapkan tetap jadi pengingat. Agar kedua gereja terus mengemban teguh cita-cita awal pelayanannya bagi umat Kristian dan seluruh warga kota Bandung. **arms