Siapa yang peduli pada cerita kita?

Tidak ada.

Pertanyaan dan jawaban menggelitik itu berkali-kali diserukan selama Edward Suhadi memfasilitasi sesi terakhir dalam workshop kebangsaan bertajuk Generasi Pembaharu Indonesia. Dalam workshop yang diselenggarakan oleh warganegara.org dan Gerakan Kebangsaan Indonesia selama 12-14 Januari di Wonderloft Hostel, Jakarta itu, Edward membekali peserta terkait kemampuan story telling terutama dalam video pendek.

Founder ceritera.id ini pun membagikan pengalaman profesionalnya dalam menggagas sejumlah video pendek dengan story telling yang tulus, jelas dan menginspirasi orang untuk peduli dan melakukan sesuatu. Sejak awal Edward mengingatkan agar para videomaker tidak melupakan prinsip-prinsip dasar ini dalam membuat videonya.

Harus diakui, tantangan bagi para penulis, designer dan videomaker pemula adalah kurang bisa mengekspresikan karyanya sesuai dengan apa yang dipedulikan orang lain. Seringkali di awal-awal ia merasa karyanya sudah pasti akan disukai dan dipedulikan publik. Let me tell you something, no body cares… Gak ada yang peduli dengan cerita kita. Cerita kita lah yang harus berupaya menggapai simpati dan perhatian orang lain,” papar Edward dengan gamblangnya.

Mengomentari karya-karya peserta yang tampil dalam Lomba Video Pendek yang diselenggarakan selama Oktober hingga November lalu, Edward menilai sejumlah video sudah cukup menggali kemampuan bercerita. Hanya saja kekurangan yang paling mencolok memang ada pada sisi audio. Tentu ini juga karena keterbatasan alat dan ketrampilan dari peserta yang rata-rata masih pemula.

Meski demikian, Edward mengingatkan agar peserta terus berkarya, tidak mesti terlebih dahulu mengupayakan perangkat dan fasilitas pendukung.

Saran saya mulai saja dari apa yang ada. Apa yang bisa. Perlahan kalau sudah makin banyak jam terbang, juga sejumlah penghasilan dari karya ini, barulah kebutuhan akan peralatan yang profesional bisa terus ditingkatkan. Yang penting jangan jadikan keterbatasan alat sebagai dalih,” lanjutnya.

Sejumlah karya portofolio Edward dan tim serta sharing pengalaman bagaimana ia merintis karyanya, memang jadi satu sesi yang begitu menginspirasi buat peserta workshop. Apalagi Edward tidak hanya berbagi tentang karyanya di dunia advertising bisnis. Edward dan ceritera.id beberapa kali juga mengunggah karya sosial semacam video kampanye #TumpukDiTengah yang menyerukan adab yang lebih baik saat makan di restoran atau warung makan.

Sangat menginspirasi, saya jadi pengen terus belajar lewat mulai berkarya,” komentar Epafras salah seorang peserta dari Semarang. **arms

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.