Nuansa keakraban dan kreativitas langsung terasa di ruang pertemuan ini. Dua puluh peserta yang hadir, meski kebanyakan baru kenal satu sama lain, sudah banyak melepas senda-gurau. Mereka memang generasi muda kreatif, yang telah menghasilkan karya pemulanya dalam Festival Video Pendek bertema Pancasila, yang diselenggarakan warganegara.org dan Gerakan Kebangsaan Indonesia, Oktober hingga November tahun lalu.

Kali ini, selama tiga hari, Jumat-Minggu (12-14/1), 20 peserta pilihan dari lomba tadi bertemu. Mereka dibekali dalam workshop kebangsaan bertajuk Generasi Pembaharu Indonesia. Sejumlah materi bertema kebangsaan serta kelas inspiratif untuk kampanye naratif lewat video disajikan dalam worskhop yang bertempat di Wonderloft Hostel, Kota Tua Jakarta ini.

Asal dan rentang usia peserta amat beragam. Dari wilayah Sumatera hingga Sulawesi dan Maluku. Dari pelajar yang masih belasan tahun hingga mereka yang sudah mulai menapaki dunia kerja profesional. Semua terbilang pemula dalam dunia sinematografi dan kampanye digital, namun amat bersemangat untuk terus belajar. Karya-karya yang mereka kirimkan memang terbilang variatif, baik yang membahas Pancasila secara keseluruhan, maupun sila-sila dalam Pancasila secara spesifik.

Yans Pattiwael, panitia workshop ini menjelaskan bahwa pembekalan ini memang ditujukan untuk mempertajam visi kebangsaan, sekaligus memberi inspirasi agar peserta terus berkarya. Harapannya, tidak hanya untuk lomba, namun peserta terus bersemangat menghasilkan karya video kreatif bertema kebangsaan demi pembaharuan Indonesia.

Jadi selama tiga hari ini mereka memang cukup banyak dapat materi kebangsaan, baik dari yang sifatnya konseptual seperti yang disampaikan Pak Maruarar Siahaan, atau yang dari generasi mereka seperti yang disampaikan Kak Lia, juga dari praktisi seperti Kak Edward Suhadi,” jelas Yans. Selain materi dalam suasana yang santai itu, peserta juga berkunjung ke Perpustakaan Nasional, Masjid Istiqlal dan Katedral Jakarta.

Epafras Suryaatmadja, salah satu peserta asal Semarang mengaku amat senang bisa beroleh kesempatan untuk belajar banyak. Ia tak menyangka video bertajuk Spread Your Love karya ia dan rekannya itu yang jadi pemenang untuk kategori sila kedua. Lebih jauh, bisa menghantarnya ke dalam workshop kali ini.

Banyak sekali dapat inspirasi, terutama dari sesi terakhir yang membahas proses kreatif bercerita lewat video. Juga ketemu teman-teman yang luar biasa kreatif dan penuh ide, dari kota-kota lain” komentar Epafras.

Hal senada, juga diungkap Gratia Tosumara, peserta asal Manado. Pengirim karya Transformasi Hati Mengubah Negeri yang menjadi juara umum ini mengaku mendapat kesempatan berharga saat bisa belajar kebangsaan serta proses kreatif kampanye via video. Ia menceritakan semangatnya saat mengikuti tiap sesi, salah satunya pengalaman yang unik saat berkunjung ke Masid Istiqlal dan Katedral Jakarta. Gratia berharap bisa terus berkarya dengan cerita-cerita inspiratif lewat video. **arms

Author

  • SELISIP berarti sisipan. Media ini meyakini kehadirannya mampu menyelisip di tengah derasnya arus informasi di masyarakat.