Berbeda dengan sang rasul dan sang penginjil, dua Filipus yang juga disebut dalam Perjanjian Baru ini adalah keluarga bangsawan di dinasti Herodes. Keduanya hanya disebutkan masing-masing sekali dalam Perjanjian Baru, yaitu di Injil Matius dan Lukas.

Selepas kekuasaan Herodes Agung (sekitar tahun 4 SM), kerajaannya di Yudea dibagi ke dalam empat wilayah. Herodes Arkhelaus memerintah di wilayah tengah sekaligus menjadi wakil bangsa Yudea, Herodes Antipas menjadi raja wilayah di Galilea dan Pherea, Filipus II menjadi raja wilayah di bagian utara dan timur sungai Yordan serta Salome I menguasai wilayah Jamnia.

Dari keempat penguasa itu, nampaknya hanya Antipas dan Filipus II yang wilayah kekuasaannya tetap langgeng di zaman Yohanes Pembaptis memulai pelayanannya sekitar tahun 20-an Masehi (Lukas 3:1). Sementara wilayah lain akhirnya sepenuhnya di bawah tanggung jawab gubernur Romawi.

Sejak awal terlihat, tidak semua anak Herodes Agung mewarisi kekuasaannya. Sang raja Yudea itu bahkan telah mengeksekusi mati dua anak dari istri keduanya, Mariamne I. Mariamne I merupakan putri bangsawan Hasmonean, dinasti yang sebelumnya menguasai Yudea. Catatan sejarahwan Yahudi, Yosephus, menyebut kedua anaknya itu, Aleksander dan Aristobulus IV dieksekusi tahun 7 SM karena diduga terlibat dalam upaya pembunuhan untuk menggulingkan tahta Herodes Agung.

Hal serupa juga terjadi pada Antipater II, anak Herodes Agung dari istri pertamanya Doris. Antipater II dieksekusi pada 4 SM juga dengan tuduhan pembunuhan.

Filipus I dan Herodias
Filipus I adalah anak Herodes Agung dari istrinya yang ketiga yang juga bernama Mariamne (Mariamne II putri Simon Boethus, Imam Besar dari mazhab Saduki). Ia kemudian dinikahkan dengan Herodias gadis belia anak almarhum Aristobulus IV, yang juga berarti cucu Herodes Agung. Artinya ia menikah dengan keponakan tirinya.

BACA JUGA  5 Perumpamaan Paling Populer (Bag. 2)

Saat itu Filipus I sebenarnya ada dalam jalur suksesi kedua untuk menggantikan Herodes Agung, selepas saudara tirinya Antipater II. Namun, penyelidikan lebih jauh atas upaya pembunuhan yang dilakukan Antipater II ternyata menunjukkan bahwa ibu Filipus (Mariamne II) tahu rencana itu namun tidak mengabarkannya. Ini berimbas pada pencabutan hak warisnya menjadi raja. Ia pun menjadi warga biasa dan tinggal di kota Roma.

Namun, ternyata Herodias, kemudian kembali ke Yerusalem dan menikah dengan saudara tiri Filipus I, yaitu Herodes Antipas, penguasa Galilea. Injil Matius mencatat hal ini sebagai hal yang ditegur oleh Yohanes Pembaptis (Matius 14:3). Antipas kemudian memenjarakan Yohanes dan karena hasutan Herodias. Sang nabi itu pun dipenggal.

Filipus II sang Raja Wilayah
Ternyata kisah itu pun ada kaitannya dengan Filipus II sang raja wilayah. Filipus II dalam catatan sejarah disebut menikah dengan Salome, putri Herodias, meski jarak usia mereka harusnya sudah terpaut sangat jauh (Salome putri Herodisa adalah cucu keponakan dari Filipus II). Namun sejumlah ahli sejarah merujuk bahwa Salome yang dimaksud mungkin nama yang sama dengan putri Herodes Agung dari Elpis, istri ke delapannya. Namun, catatan dinasti Herodian tidak pernah menunjukkan pernikahan antara putra-putri yang seayah, sementara pernikahan antar paman dan keponakan terbilang lazim.

Filipus II tidak disebutkan memiliki keturunan yang meneruskan kekuasaan di wilayahnya. Selepas ia wafat, kekuasannya kembali pada kesatuan Yudea yang kemudian dipimpin oleh keponakan tirinya Herodes Agripa.

Cerita dua Filipus dari keluarga ningrat ini memberi gambaran tersendiri tentang politik kekuasaan di Yudea waktu itu. Hal yang dalam beberapa kasus juga mempengaruhi pelayanan Yesus maupun para murid-Nya. **arms

Foto: Drivethru History