Minggu Kristus Raja ini adalah minggu terakhir dalam kalender liturgi gereja. Minggu depannya gereja sudah memasuki Minggu Adven I. Penghujung Minggu ini dimahkotai dengan Hari Raya Kristus Raja Semesta Alam.

Penambahan momen ini sebenarnya terbilang baru dalam tradisi Gereja Barat. Di Gereja Katolik Roma perayaan ini baru diinstitusikan pada tahun 1925 oleh Paus Pius XI. Hal yang kemudian juga diikuti oleh gereja-gereja Protestan yang menggunakan Revised Common Lectionary.

Dalam pemaknaan minggu ini, kekristenan menyadari bahwa konsep raja yang sering digambarkan dalam dunia berbeda dengan konsep Raja yang dibawa oleh Yesus.

Raja dalam dunia adalah orang nomor satu dalam lingkungannya dan semua orang menghormati dan melayaninya. Sementara dalam konsep raja menurut Yesus berbeda sama sekali. Bagi Yesus, orang yang terbesar adalah orang yang paling banyak melayani. Dengan kata lain konsep raja adalah konsep pelayanan. Semakin besar jabatan seseorang semakin dituntut untuk semakin banyak melayani. Yesus sendiri berkata: “Aku datang bukan untuk dilayani melainkan untuk melayani dan menyerahkan nyawa sebagai tebusan bagi banyak orang.

Harus kita sadari bahwa untuk mewujudkan konsep dan kebenaran ini tidak mudah. Dibutuhkan spiritualitas yang mendasarinya misalnya kerendahan hati, kerelaan dan ketulusan, pengabdian seperti seorang hamba dalam ke’ugahari’an.

Dalam Kitab Markus pasal 4, Tuhan Yesus berkata bahwa kerajaan-Nya bertumbuh seperti benih; layaknya biji sesawi yang sangat kecil, tetapi terus bertumbuh, menjadi sangat besar bahkan melebihi segala jenis sayuran manapun. Demikianlah cara Yesus membangun Kerajaan-Nya.

Ilustrasi ini sesungguhnya nyata dalam proses perjalanan hidup Tuhan Yesus. Dari sebuah benih, Yesus dikandung dan dilahirkan dari seorang perawan bernama Maria. Ia bertumbuh menjadi seorang anak yang penuh kharisma, memberi dampak bagi banyak kehidupan melalui pelayanan-Nya, lalu berkurban menjadi tebusan bagi semua orang. Ia menyerahkan nyawa-Nya di kayu salib untuk menggenapi janji-Nya, yakni agar kita beroleh selamat dan memasuki Kerajaan Allah yang kudus dan sempurna di sorga.

BACA JUGA  Rode yang Antusias

Memahami ke-Raja-an Yesus Kristus di atas, patutlah kita memuji dan menaruh hormat kepada-Nya. Ia tidak sama dengan raja-raja dunia yang bergelimang dengan kekuasaan, kemewahan, sekaligus juga dengan dosa-dosa yang membinasakan. Sementara Yesus justru hadir sebagai seorang raja yang sederhana, bersahaja, penuh kasih dan rela berkurban bagi keselamatan umat manusia yang dipimpin-Nya. Betapa Mulianya Allah kita dalam Yesus Kristrus, sehingga pantaslah seluruh sorga dan bumi memuji dan menyembah Dia.

Tim Bina Jemaat GKI Perniagaan