Biasanya kalau merayakan Natal, kita kan sibuk ngurusin dekorasi, musik, drama dan macem-macem. Intinya dari kita untuk kita sendiri. Tapi Natal COY kali ini persiapannya beda. Kita justru belajar banyak hal baru, karena kita menyiapkannya buat saudari-saudari kita ini,” tutur Sevia mencoba berefleksi.

Pemudi warga jemaat GKI Ayudia Bandung itu mengisahkan bagaimana mereka di Community of Youth (COY) Bandung belajar soal obat-obatan, kegiatan untuk bermain bagi anak, cara mendampingi rekan yang tunanetra, hingga perlengkapan perawatan bayi. “Seru sekali, Natal kali ini jadi berbeda. Ini jadi kado Natal yang berkesan buat saya pribadi,” lanjutnya.

Hari Minggu lalu (23/12), kaum muda dari GKI se-Bandung ini merayakan Natal COY dengan berbagi bersama Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia (YKAKI) Bandung dan Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas Sensorik Netra (BRSPDSN) Wiyata Guna Bandung.

Albert, wakil ketua COY Bandung menjelaskan program COY Care ini memang sudah dirancang untuk menjadi pembelajaran buat COY, sekaligus melibatkan kaum muda GKI untuk berbagi bersama saudara-saudari yang memiliki kebutuhan.

Kita belajar bagaimana bisa berbagi kasih. Di sisi lain kita pun melihat bagaimana saudara-saudari kita yang sering kita anggap berkekurangan, namun justru punya pemaknaan hidup dan kebahagian yang betul-betul memberi semangat bagi kita,” ungkap Albert.

Program COY Care ini dilangsungkan dari pagi hingga sore hari Minggu. Di pagi hari, anak-anak muda COY datang ke YKAKI Bandung. Di yayasan yang ada di wilayah Pasir Kaliki Bandung itu, mereka menyerahkan sejumlah bantuan berupa barang, lalu bermain dan belajar mewarnai bersama anak-anak penyandang kanker. Siang jelang sore, COY mengadakan kebaktian Natal singkat bersama rekan-rekan dari BRSPDSN Wiyata Guna di GKI Ayudia.

BACA JUGA  Perlukah Temu Raya Pemuda (TRP) GKI?

Natal COY kali ini boleh terlihat amat sederhana dari tampilan dan konten. Namun, ada kesan mendalam yang bisa jadi tidak akan pernah terlupakan. Anak-anak muda ini belajar bahwa hal yang berharga dalam hidup bukan sesuatu yang sifatnya hanya untuk diri sendiri, namun sesuatu yang dapat dilakukan dengan sukacita, mendatangkan damai serta memberi kasih bagi sesama. Dari sana justru menyusul banyak sekali pembelajaran dan berkat. **arms

Foto: Media COY Bandung