Kebaktian pelantikan itu cukup unik, dilayani bergantian oleh enam orang pendeta.

Pdt. Dianawati Yuwanda dari GKI Nurdin memimpin votum dan pembuka ibadah. Dilanjut Pdt. Sthira Budhi dari GKi Gading Indah memandu pengakuan dosa dan berita anugerah. Pdt. Novita Sutanto dari GKI Muara Karang memimpin doa syafaat sementara Pdt Jimmi Santoso dari GKI Surya Utama memandu pengutusan lalu Pdt. Cordelia Gunawan mewakili BPMSW GKI SW Jawa Barat. memimpin doa syukur dan berkat. Khotbah dan pelayanan pelantikan dilayankan oleh Pdt. Indra Kurniadi Tjandra dari GKI Kota Modern yang sekaligus adalah tuan rumah acara.

Itulah yang terjadi pada kebaktian pelantikan pengurus BPK Penabur Jakarta, yang berlangsung Sabtu (8/12) di Aula Penabur Kota Modern, Tangerang. Pelayanan bergantian dalam satu kebaktian itu merupakan simbolisasi sinergi dan derap bersama untuk mengerjakan pelayanan di bidang pendidikan.

Ini merupakan acara pelantikan ke tiga belas dari 15 wilayah yang merupakan cakupan layanan BPK Penabur. Sesuai dengan tema kepengurusan BPK Penabur, kebaktian kali ini juga menekankan tentang Berani Berubah. Perubahan yang begitu drastis di dunia saat ini, diharapkan dapat direspon oleh lembaga pendidikan Kristen dengan sejumlah sikap yang berani untuk mengerjakan perubahan agar tetap relevan dan berdampak.

Dalam kepengurusan yang baru, BPK Penabur Jakarta kini diketuai oleh Hadiantono Juwono menggantikan Adri Lazuardi yang kini menjabat sebagai ketua umum BPK Penabur Periode 2018-2022. Dalam melaksanakan tugasnya, Hadiantono bekerja bersama lima ketua lain, dua orang bendahara, tiga sekretaris, beserta 22 orang anggota kepengurusan. Sementara itu, Pdt. Izack Sipasulta ditunjuk menjadi penasehat BPK Penabur Jakarta.

BPK Penabur Jakarta selama ini bekerja dalam lingkup yang mencakup 3 Provinsi (DKI Jakarta, Jawa Barat dan Banten) serta 9 kota dan tersebar di 26 kompleks sekolah, dengan jumlah siswa lebih dari 32.000 orang. Wilayah yang sedemikian luas, tentu memberi tantangan tersendiri bagi pelayanan. Menurut Hadiantono tiap sekolah di tiap daerah memang mempunyai keunikannya tersendiri. Ada yang lebih menekankan prestasi di bidang sains, ada pula yang memperkenalkan enterpreneurship sejak dini atau unggulnya inovasi kreatif.

BACA JUGA  PPG Bandung: Sinergi Kebangsaan dan Ber-GKI

Namun yang tetap menjadi core adalah nilai-nilai kekristenan yang terwujud dalam keseharian setiap siswa, lulusan maupun SDM pendidikannya. Itu yang semestinya tetap dipertahankan, saat kita mengusahakan perubahan,” ujar Hadiantono. **arms