Samantha Edithso dengan tenang melayani pertandingan catur simultan. Siswi SMPK BPK Penabur Bandung yang kini menyandang Women FIDE Master (WFM) itu berhadapan dengan empat orang lawan yang merupakan siswa-siswi sekolah BPK Penabur Jakarta. Selain Samantha ada sejumlah master catur lain seperti GM Susanto Megaranto, IM Taufik Halay dan WGM Irine Kharisma yang turut melakukan demo catur simultan. Sementara IM Sean Winshand menunjukkan demo catur buta melawan salah seorang siswa.

Kesempatan bertarung dengan para master catur ini menjadi bagian dari acara Chess in School yang digelar BPK Penabur Jakarta bersama Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PERCASI). Kegiatan yang merupakan turnamen, hiburan sekaligus edukasi catur ini diselenggarakan pada Sabtu (12/1) di Aula SMAK 1 BPK Penabur Jakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 282 siswa yang terdiri dari 140 peserta tingkat SD, 80 peserta tingkat SMP, dan 62 Peserta tingkat SMA, perwakilan dari 80 sekolah BPK Penabur se-Jakarta. Ada pula 26 guru dan karyawan BPK Penabur yang turut bertanding.

Ketua BPK Penabur Jakarta, Antono Yuwono menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya untuk mencari pecatur baru. “Target dalam waktu dekatnya kita membantu PERCASI untuk mencari bibit atlit catur jelang SEA Games nanti. Saat ini BPK Penabur Jakarta memiliki 80 sekolah, siswanya ada sekitar 32.000, mudah-mudahan bisa memberi sumbangsih beberapa untuk dilatih jadi atlit catur yang berprestasi,” ungkap Antono.

Ini juga menjadi motivasi bagi siswa-siswi BPK Penabur yang memiliki minat pada olah raga catur, mereka dapat melihat bagaimana para grand master catur berbagi teladannya. Bahwa menekuni olah raga, khususnya catur juga bisa jadi pilihan yang baik dalam mengembangkan diri,” lanjutnya.

BACA JUGA  GKI SW Jawa Barat, Kebangsaan dan Pelayanan Intergenerasi

Hal senada juga diungkap oleh Pembina PB PERCASI, Eka Putra Wirya. Dalam sambutannya ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif BPK Penabur untuk membantu pengembangan olah raga catur. Menurut Eka, olah raga catur memiliki dampak yang baik dalam melatih konsentrasi dan daya pikir siswa.

Apalagi di masa sekarang, saat anak-anak milenial terbilang sangat mudah teralih fokusnya, catur bisa jadi alternatif yang baik untuk pengembangan minat yang membantu proses belajar,” kata Eka. **arms