Persidangan XX Majelis Sinode GKI diselenggarakan dengan tema “Menjadi Mitra Allah dalam Mewujudkan Keselamatan.” Dalam persidangan digumulkan pokok-pokok seperti Kesederapan, Perjamuan Kudus bersama Anak, Peran dan Tanggungjawab Gereja dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, Peran dan Tanggungjawab Gereja dalam Penyelamatan Lingkungan Hidup.

Majelis Sinode menafsirkan kembali pemahaman tentang “kesederapan” sebagai gerak bersama di tengah keberagaman menuju satu tujuan dengan mengingat sebuah komitmen bersama untuk terus bersepakat. Di dalam mengimplementasikan pemahaman tentang kesederapan tersebut, maka diperlukan suatu sikap “kenosis.

Kenosis” dalam hal ini dipahami dalam wujud berbagi ruang dengan yang lain. Meskipun demikian, kekhasan/partikularitas yang menjadi titik awal Sinode Wilayah masing-masing tidaklah dinihilkan. Dalam hal ini kita bersyukur bahwa kita telah berhasil menyepakati Konfesi GKI 2014 dan Tata Gereja dan Tata Laksana GKI 2009 yang menjadi panduan dalam berderap bersama.

Dalam rangka mengimplementasikan nilai-nilai kesederapan sebagaimana tersebut di atas, maka Majelis Sinode dalam hal Perjamuan Kudus bersama Anak menyepakati bahwa ajaran dan praktek Sakramen di GKI, secara khusus yang akan dirumuskan, harus sama di semua lingkup. Majelis Sinode sungguh-sungguh mempertimbangkan dan memahami fakta bahwa sebagian jemaat-jemaat GKI di lingkup Sinode Wilayah Jawa Tengah telah melaksanakan Perjamuan Kudus bersama dengan anak-anak setelah melalui proses studi dan kajian yang ditetapkan dalam PMSW GKI SW Jawa Tengah tahun 2013.

Untuk itu, jemaat-jemaat GKI di lingkup Sinode Wilayah Jawa Tengah yang selama ini sudah menyelengggarakan Perjamuan Kudus bersama dengan anak-anak, dapat tetap menjalankannya sesuai keputusan tersebut. Sedangkan jemaat-jemaat lain tetap melaksanakan Perjamuan Kudus sesuai yang diatur dalam Tata Laksana, sampai ada keputusan yang baru.

BACA JUGA  Mereka Adalah Kita, Kita Adalah Mereka

Berkaitan dengan tantangan yang dihadapi dalam hidup berbangsa dan bernegara saat ini, Majelis Sinode menyerukan agar GKI menjadi gereja yang dalam kerendahan hati, mengaku Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Raja dalam segala aspek kehidupan manusia. Penghayatan tersebut diwujudkan dengan menjadi komunitas yang melibatkan diri dalam dunia untuk menghadirkan kasih Tuhan yang melampaui kotak-kotak etnik, budaya, agama, dan ideologi, serta mampu menjadi teladan yang merekatkan dan mempersatukan masyarakat yang terpecah-belah.

Oleh sebab itu, Majelis Sinode menghimbau kepada jemaat-jemaat untuk melakukan upaya pastoral terhadap anggota jemaat sebagai pelaku korporasi dan para pemangku kepentingan yang terlibat di ruang publik; juga membangun kolaborasi dengan pihak-pihak yang berkehendak baik untuk menghadirkan kebebasan, keadilan, dan perdamaian.

Majelis Sinode juga memandang perlu menangani masalah lingkungan hidup melalui proses edukasi agar umat berperilaku ramah lingkungan. Hal itu dapat dilakukan secara sistemik melalui berbagai bentuk pembinaan jemaat dan melalui gerakan gaya hidup lestari dengan cara melakukan aksi Repent, Recycle, Reuse, Reduce, Replant.

Terkait dengan internalisasi nilai kasih terhadap keutuhan ciptaan, gereja perlu membuat terobosan agar upaya mengasihi seluruh ciptaan seperti mengasihi Allah dan sesama manusia berimplikasi pada ibadat gereja yang pada gilirannya menjelma menjadi standar moral dan etika.

Selain itu, gereja secara proaktif perlu membangun jejaring sosial dan mengupayakan kohesi sosial bersama seluas mungkin pihak, guna melakukan aksi pelestarian dan advokasi lingkungan hidup secara bersama-sama.

Syukur kepada Allah karena dalam Persidangan XX Majelis Sinode GKI ini Majelis Sinode menerima laporan Panitia Nominasi BPMS dan BPHMS GKI masa pelayanan 2018-2022. Majelis Sinode kemudian menetapkan BPMS dan BPHMS GKI masa pelayanan 2018-2022. Kita juga bersyukur untuk BPMS dan BPHMS GKI masa pelayanan 2014-2018 yang telah menyelesaikan pelayanannya, kiranya Tuhan yang menyempurnakan setiap pelayanan yang dilakukan.

BACA JUGA  Penatua: Sebuah Panggilan Yang Profesional (1)

Persidangan XX Majelis Sinode Gereja Kristen Indonesia telah dapat berlangsung dengan baik. Puji syukur kepada Tuhan Sang Kepala Gereja yang telah menuntun kita untuk memutuskan beberapa hal dalam kerangka kesederapan GKI dan keikutsertaan GKI untuk berperan nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara serta memelihara keutuhan ciptaan. Kiranya Tuhan jugalah yang akan menolong kita untuk memenuhi tugas tanggung jawab pelayanan kita selanjutnya. Tuhan memberkati pelayanan kita bersama.

Teriring salam dan doa,

Pdt. Handi Hadiwitanto (Ketua Umum)

Pdt. Danny Purnama (Sekretaris Umum)