Quadragesima, atau empat puluh. Itu adalah salah satu nama untuk minggu pertama dalam pra-Paska dalam tradisi Gereja Barat. Minggu ini adalah minggu setelah Rabu Abu, dimana posisinya tepat 40 hari sebelum Jumat Agung, atau 42 hari sebelum Minggu Paskah. Dalam hitungan Paskah Gereja Barat, minggu ini akan ada diantara 8 Februari-14 Maret. Minggu ini juga memiliki nama lain, yaitu invocavit, yang berarti bila Ia berseru… Kata ini merujuk teks bacaan pertama missa tradisional Latin yang diperuntukkan untuk minggu ini.

Dalam tradisi Gereja Barat inilah momen yang dipakai untuk mengenang momen Yesus berpuasa di Padang Gurun. Tuhan Yesus mengalami pencobaan di padang gurun setelah berpuasa 40 hari 40 malam yang diakhiri dengan kemenangan-Nya atas pencobaan dan kemulian-Nya ketika malaikat melayani-Nya. Alkitab menggambarkan pencobaan ini terjadi di padang gurun.

Dalam tradisi masyarakat Ibrani padang gurun disebut yeshimmon yang secara harafiah berarti tempat pembinasaan. Nama ini sesuai dengan sifat dan situasi padang gurun yang tandus, kering dan serba sulit. Orang yang berada di sana tanpa persiapan akan mengalami kesulitan bahkan kebinasaan. Lebih lagi saat itu godaan Iblis datang, menyasar hal fisik (mengubah batu menjadi roti), sosial (menjatuhkan diri dari bubungan bait Suci), serta kekuasaan (harta benda dunia).

Lewat minggu Invocavit umat diajak untuk menghayati momen awal puasa sebagai cara pandang padang gurun. Bahwa kita perlu melepaskan diri dari godaan yang ada, meski kondisi yang kita alami juga sedemikian berat. Dalam kondisi yang demikian kita berharap akan kemenangan atas godaan, sama seperti yang telah diteladankan oleh Yesus.

Minggu invocavit juga punya tempat tersendiri dalam sejarah perkembangan gereja Protestan, khususnya di tradisi Lutheran. Di Minggu Invocavit, 9 Maret 1522, Martin Luther kembali ke Wittenberg, untuk memberikan arahan bagaimana reformasi Prostestan semestinya berjalan.

BACA JUGA  Yakobus yang Mana?

Khotbahnya di hari Minggu invocavit itu, memulai delapan seri khotbah, yang menyasar beberapa isu yang ketika itu menjadi perdebatan di jemaat Wittenberg. Khotbah Luther terkait keselamatan individual, penggunaan gambar dan patung dalam ibadah, sakramen serta sejumlah isu lain telah meletakkan dasar untuk ajaran dan praktik gereja Lutheran dan beberapa kelompok Protestan lain. **arms