Curug Cilember menjadi tempat yang kembali dipilih oleh para pemuda GKI dari Klasis Jakarta Timur untuk menjadi momen penyegaran pelayanan mereka. Di wilayah yang masuk bilangan Puncak ini, 68 orang kaum muda dan penatua pendamping mengikuti kamp selama tiga hari dari Jumat hingga Minggu lalu (15-19/3).

Acara ini memang lebih banyak memakai bentuk informal. Kebersamaan dan relasi antar pengerja pelayanan pemuda merupakan fokus utama yang ditekankan dalam kamp yang kali ini mengambil tema Growing Together itu. Kepengurusan BPMK Klasis Jakarta Timur juga kembali membentuk komisi pemuda untuk lingkup klasis, yang kali ini diketuai oleh Vita Tengker dari GKI Kemang Pratama.

Sejumlah pendeta dari klasis dengan empat belas jemaat ini ikut berbagi dalam dua sesi materi dan dua sesi ibadah ini.

Pdt. Yessie Irawan, dari GKI Kayu Putih melayani pada ibadah pembuka. Di sesi pertama Pdt. Winner Pananjaya berbagi tentang kepedulian pada sesama. Pada sesi dengan judul Knowing Others itu, Pdt. Winner menjelaskan tentang gaya komunikasi dan berelasi yang berkembang saat ini serta bagaimana agar sebagai murid Krisuts kita membangun kepedulian kpd sesama dan menjadi pribadi yg bersahabat.

Sesi kedua, yang merupakan tema utama kamp ini, diisi oleh Pdt. Sosam Zebua dari GKI Rengasdengklok. Pdt Sosam berbagi tentang pemahaman berkomunitas dan bersekutu, bagaimana pemuda dapat mengalami pengembangan diri lewat komunitas, serta bagaimana berkomunitas menjadi salah satu solusi mengatasi pergumulan dunia pelayanan pemuda.

Momen acara kebersamaan di curug Cilember serta api unggun di malam terakhir menjadi menu yang mengakrabkan peserta dalam refleksi maupun permainan. Momen reflektif di api unggun serta kebaktian penutup sekaligus peneguhan pengurus baru dilayani oleh Pdt. Ommo Hasyim. Lewat tema “Pemuda yang Berdampak,” pendeta jemaat GKI Cikarang ini menyemangati kaum muda agar merumuskan langkah konkrit yang mungkin mereka lakukan untuk pengembangan pelayanan.

BACA JUGA  GKI Summer Camp

Tak sekedar menyegarkan diri, kaum muda ini pun segera menyusun kembali rencana tindak lanjut yang akan mereka terapkan untuk pelayanan pemuda di lingkup klasis. Beberapa hal yang mereka rumuskan antara lain terkait persekutuan regional dan pelibatan pemuda dalam kegiatan bidang kesaksian dan pelayanan gereja. **arms