Pos Ayo Nyoblos kini hadir di tengah kian banyak pertanyaan terkait pemilu. Apakah nama Anda sudah ada di DPT? Bagaimana jika kita ingin pindah daerah memilih? Apakah warga yang ada di luar negeri bisa juga ikut pemilu? Ada berapa kertas suara yang kita coblos di 17 April nanti? Kenapa nomor partai di pemilu legislatif tidak berurut di bagian akhirnya? Kenapa nomor urut calon DPD dimulai dari 21?

Pertanyaan-pertanyaan seperti itu mungkin akan sulit dijawab bagi sebagian orang. Informasi yang beredar memang belum begitu massif dalam menjelaskan ini. KPU sebagai penyelenggara pemilu memang memiliki keterbatasan dalam sosialisasi. Karenanya, inisiatif masyarakat untuk turut mensosialisasikan pemilu, perlu terus digalakkan. Panggilan itu tentu juga terarah pada gereja, sebagai bagian yang tak terpisahkan dari masyarakat tempat ia hadir.

Hal itulah yang mendasari Gerakan Kebangsaan Indonesia untuk mendukung rangkaian kegiatan bertajuk Ayo Nyoblos. Tidak hanya berbagi lewat seminar, FGD ataupun talkshow, tiap jemaat juga diharapkan membuat Pos Ayo Nyoblos di gerejanya masing-masing sebagai sentra informasi untuk edukasi jemaat tentang pemilu.

Kalau bisa, gempitanya bisa seperti masyarakat kita mempersiapkan Asian Games lalu,” ungkap Martine Dian, salah satu tim Ayo Nyoblos. Martine menjelaskan Pos Ayo Nyoblos ini bisa menjadi cara gereja untuk berpartisipasi dalam sosialisasi pemilu.

Saat ini sudah banyak jemaat GKI yang punya pos Ayo Nyoblos-nya masing-masing. Diantaranya GKI Gunung Sahari, Wahid Hasyim, Kranggan, Bogor Baru, Kayu Putih, Halimun, Agape, Rengas Dengklok, Harapan Jaya, dan beberapa lagi yang lain,” ungkap Martine menyebut sejumlah pos yang sudah diinisiasi.

Workshop dan seminar Ayo Nyoblos memang telah digelar di Klasis-klasi GKI dalam lingkup Sinode Wilayah Jawa Barat. Pos Ayo Nyoblos dapat dianggap sebagai salah satu follow-up yang paling mungkin diterapkan di jemaat.

BACA JUGA  Yang Perlu Dimaknai Jelang Pemilu 2019

Kreativitas untuk mengembangkan pos ini selain sebagai information centre memang digantungkan pada warga jemaat masing-masing agar semarak pemilu sebagai pesta demokrasi semakin dirasakan. Lebih jauh, agar setiap orang terus terdorong menggunakan haknya sebagai tanggung jawab warga negara. **arms