Sebelum diberlakukannya liturgi dalam format baru (novus ordo) di Gereja Katolik, lewat Konsili Vatikan II 1969, masa sengsara Yesus (masa passion, passiontide) diperingati selama dua minggu. Missa pada minggu kelima pra-Paska pun punya ritual tersendiri. Minggu ini diberi nama Judica, diambil dari frasa Latin Judica me Deus (berilah keadilan padaku ya Tuhan, introit missa yang mengutip Mazmur 43). Namun, minggu ini juga punya nama lain sesuai kebiasaan yang mengikutinya.

Dalam tradisi klasik Katolik, minggu Judica juga disebut sebagai Passion Week, karena menandai masa dua minggu passiontide. Meski telah direvisi sejak 1969, tradisi ini masih dipertahankan di sejumlah ritus klasik Katolik seperti Tridentin dan Sarum. Juga masih ada dalam tradisi Gereja-gereja Anglikan.

Pada minggu ini pula biasanya semua patung, salib dan ikon ditutup dengan kain warna ungu gelap. Itu sebabnya sebutan Minggu Hitam (Black Sunday) juga disematkan untuk minggu Judica. Di gereja-gereja yang masih memelihara dua minggu masa passion, salib akan tetap tertutup hingga Jumat Agung, sementara patung-patung akan tetap ditutup sampai jelang tengah malam Paska (Easter Vigil).

Gereja-gereja Protestan lain umumnya mengikuti tradisi baru. Dimana masa passion dimulai selepas minggu keenam pra-Paska (Minggu Palem). Meski demikian, tetap terlihat bahwa minggu kelima pra-Paska juga menjadi momen tersendiri untuk mulai menghayati masa sengsara Yesus.

Dalam bacaan liturgi Gereja Metodis misalnya, pengantar doa syafaat di minggu kelima pra-Paska ini berbunyi: “Ya Allah, yang lewat sengsara putra-Mu telah memberi kematian yang hina menjadi hidup dan pendamaian bagi kami, Karuniakanlah pada kami kemuliaan salib Kristus, hingga kami dapat bersuka di tengah derita, kehinaan dan kehilangan. Demi menjadi sama dengan Putra mu, Ya Tuhan.

BACA JUGA  Griya Kesehatan Indonesia Gelar Seminar Peningkatan Kompetensi Dokter

Demikian pula Gereja-gereja Lutheran, bacaan Injil yang ada tiap tahunnya untuk minggu kelima pra-Paska juga mengacu pada masa sengsara Yesus. Sama seperti di Revised Common Lectionary, bacaan Injil untuk minggu kelima Paska di tahun ini, adalah kisah Yesus membangkitkan Lazarus, disusul rencana pemuka agama Yahudi untuk membunuh Yesus (Yohanes 11).

Kisah itu merangkai pesan Paska terkait renacana keselamatan Allah lewat kebangkitan dan sengsara Kristus. Narasi Injil Yohanes bahkan dengan jelas mengguratkan itu saat mengomentari ucapan Imam Besar Kayafas yang merencanakan kematian Yesus. **arms

Ilustrasi: massexplained