Angklung itu melambangkan harmoni. Nada-nada yang berbeda harus dimainkan bersama. Tiap orang harus tahu bagiannya,” ungkap Pdt. Paulus Wijono mewakili majelis harian Persekutuan Gereja-gereja Wilayah (PGIW) Jawa Barat.

Seruan itu mendahului suara rampak sekitar 150-an angklung yang menutup Minggu sore (7/4). Sejumlah lagu kebangsaan dan lagu populer dimainkan bersama-sama oleh orang-orang yang kebanyakan baru saja bisa memainkannya. Mereka adalah perwakilan tiap warga dari gereja-gereja yang tergabung di PGIW Jawa Barat. Hadir pula sekitar calon legislatif (caleg) yang merupakan warga gereja.

Lewat acara ini PGIW Jawa Barat berinisiatif menggelar doa bersama serta pengutusan bagi para caleg warga gereja yang ada di Provinsi Jawa Barat. Dari sekitar 70-an caleg yang merupakan warga gereja ada 32 orang yang hadir pada acara yang digelar di aula Agape Rumah Sakit Immanuel, Bandung itu.

Selain diisi momen silaturahmi dan doa pengutusan, acara diawali talkshow yang membahas situasi terkini serta peran gereja jelang Pemilu 17 April 2019. Talkshow bertajuk Pemilu Damai Demokrasi Bermartabat itu diisi perspektif dari berbagai bidang menghadirkan AKBP Natasha Simanungkalit (Kasubdit Kerma Ditbimas Polda Jabar), Eliazar Barus, M.Si (Kepala Sekretariat Bawaslu Jawa Barat), Dr. Hapnes Toba (dekan Fakultas IT UK. Maranatha) dan Pdt. Dr. Albertus Patty (Ketua MPH PGI), serta dimoderatori oleh Pdt. Hariman Pattianakotta (pendeta kampus UK. Maranatha).

Para pembicara talkshow mengapresiasi kegiatan yang dikerjakan MPH PGIW Jawa Barat beserta kaum mudanya ini. Bentuk silaturahmi dan pengutusan ini dinilai penting demi harmoni yang tetap terjalin selama perhelatan pemilu, terutama untuk konteks wilayah Jawa Barat.

Jawa Barat itu dua puluh persennya Indonesia, wajar jika ada persaingan yang sengit dalam kampanye. Tapi kita perlu terus menjaga kondusifitas bersama,” ujar Eliazar Barus dari Bawaslu Jawa Barat. Ia mengingatkan bahwa gereja punya peran penting sebagai salah satu elemen masyarakat yang mendukung demokrasi serta melakukan edukasi politik bagi warganya.

BACA JUGA  Pos Ayo Nyoblos Kian Ramai

Senada dengan itu, AKBP Natasha juga menegaskan pentingnya gereja mengerjakan panggilannya bagi masyarakat, baik memelihara harmoni demikian pula melakukan edukasi. **arms