Suasana penuh rasa syukur dan haru memuncak di momen jubileum itu. Lagu Setia-Mu Tuhanku (Great is Thy Faithfullnes) membuka prosesi yang dihadiri ratusan jemaat, simpatisan serta mereka yang pernah melayani di GKI Nurdin.

Di momen lain, Pdt. Fransiscus Oktavianus Torino, Pdt. Dianawati Sarah, Pdt. Agustinus Maleakhi, Pdt. Jonathan Subianto, Pdt. Magdalena Handoyo dan Pdt. Haryanto Wahyudi bersama maju meniup lilin dan memimpin doa umat. Para pendeta yang masih aktif dan yang telah emeritus itu merupakan pengerja yang sedang dan pernah melayani di GKI Nurdin.

Perayaan ini mewakili perjalanan panjang 50 tahun GKI Nurdin. Sabtu (15/6) lalu Jubileum 50 tahun GKI Nurdin diselenggarakan di Aula Lantai 8, SMUK 1 BPK Penabur Jakarta. Tepat 50 tahun sebelumnya, 15 Juni 1969, jemaat ini didewasakan menjadi Jemaat GKI Jawa Barat ke-34.

GKI Nurdin bermula dari persekutuan rumahan di wilayah Grogol tahun 1958. Seiring meluasnya pelayanan, jemaat ini perlahan kian bertumbuh. Hingga kemudian berkembang menjadi pos penginjilan di tahun 1963 dan menjadi bakal jemaat di tahun 1968. Sempat terkendala izin bangunan, jemaat ini pun akhirnya memperoleh perizinan lewat keputusan Gubernur Jakarta, enam bulan setelah didewasakan menjadi jemaat.

Selepas itu, sejumlah pembangunan fisik pun beberapa kali dilakukan GKI Nurdin, termasuk saat ini yang telah rampung perluasan gedung, demi menampung jumlah jemaat dan simpatisan kebaktian Minggu yang kian bertambah.

Namun, pertumbuhan gereja tentu tidak hanya pada aspek fisik dan jumlah jemaat belaka. GKI Nurdin aktif menginisiasi sejumlah program untuk masyarakat, seperti pelayanan kesehatan posyandu anak, kerja sama bakti sosial bersama PPSU, penjaga pintu air, buka puasa bersama, donor darah, acara kebangsaan, pendidikan dan bea siswa bagi warga. Hal tersebut pun diakui dampaknya oleh masyarakat sekitar, yang di waktu lalu apresiasi juga mendukung rencana renovasi perluasan gedung gereja.

BACA JUGA  PPG Bandung: Sinergi Kebangsaan dan Ber-GKI

Tema Walking With God diangkat sebagai tajuk perayaan jubileum ini. Dalam khotbahnya, Pdt. Dianawati Sarah mengingatkan agar jemaat bersyukur atas penyertaan Tuhan bagi GKI Nurdin serta terus setia sebagaimana Tuhan begitu setia bagi jemaat ini. **arms