GKI, sebagai bagian dari umat Kristiani di Indonesia, telah sekian waktu mengupayakan diri terlibat dalam beragam kegiatan dan program yang mendukung toleransi dan keberagaman. Di tingkat sinode, sinode wilayah, klasis maupun tiap jemaat, upaya itu terus digalakkan di tengah segala keterbatasan yang ada.

Apalagi selepas pemilu lalu, GKI memberi penekanan secara khusus untuk terlibat dalam upaya saling merangkul kembali antar anak bangsa. Maka momen dari Ramadan hingga Idul Fitri tahun ini, yang merupakan hari besar bagi rekan-rekan Muslim, juga menjadi hal yang spesial untuk terus mempererat tali silaturahmi di masyarakat.

Apa yang dilakukan oleh GKI Pengampon Cirebon, misalnya. Bekerjasama dengan komunitas lintas iman PELITA Perdamaian Cirebon, gereja ini pada Sabtu (18/5) mengundang dan menjamu rekan Muslim untuk berbuka bersama. Acara itu pun diisi dengan sejumlah kegiatan kebersamaan dan diskusi.

Format gereja sebagai tuan rumah untuk buka bersama itu pun dilakukan bervariasi di sejumlah jemaat GKI. Di GKI Kebonjati pada Selasa (15/5), acara buka bersama itu diisi dengan Café Religi, sebuah pembelajaran santai untuk pengenalan agama-agama yang ada di Indonesia. Sementara di GKI Kayu Putih, bersamaan dengan peringatan hari lahir Pancasila (1/6), gereja ini kedatangan rekan-rekan dari PANDAI Indonesia untuk melakukan bersih-bersih sekaligus berbuka bersama.

Tidak hanya dilakukan sendiri, beberapa jemaat GKI juga terlibat dalam kegiatan buka dan sahur bersama yang diselenggarakan berbagai elemen lintas iman. Pun format acaranya, tidak selalu dalam wujud kegiatan buka bersama. Ada beberapa jemaat yang turut membagikan hidangan berbuka pada mereka yang berkendara di sekitar gereja. Atau seperti beberapa GKI di Jawa Tengah yang membuka posko mudik bagi mereka yang berkendara pulang jelang Idul Fitri.

BACA JUGA  Mengasihi Tanpa Batas

Momen Idul Fitri pada Rabu lalu (5/6) juga menjadi wujud upaya yang merekatkan. Di GKI Serang, jemaat bekerja sama dengan sejumlah gereja, turut menemani rekan Muslim yang menjalankan shalat Ied di alun-alun kota Serang. Mereka menyediakan alas, tempat penyimpanan sandal serta sejumlah makanan ringan.

Ada sejumlah momen haru dalam kegiatan-kegiatan seperti itu. Seperti di GKI Jombang saat umat Muslim disediakan tempat untuk menunaikan shalat maghrib. Atau para pemudik yang begitu bersyukur mendapatkan tempat beristirahat sejenak. Semua bermula dari keterbukaan dan ketulusan untuk bersahabat.

Semoga potret toleransi yang dilakukan sejumlah GKI sepanjang Ramadan hingga Idul Fitri lalu menjadi inspirasi serta teladan yang baik untuk kerukunan antar anak bangsa. **arms
Foto: Kompilasi Media GKI