Kawan-kawan muda sangat antusias saat di Nanggerang,” ungkap Clara. “Kami semua belajar lewat kegiatan pelayanan masyarakat seperti ini, bahwa memberi itu memang mendorong sukacita. Meski banyak yang dikerjakan, tidak merasa kelelahan.

Pemudi GKI Guntur itu tengah menceritakan kegiatan live-in yang mereka kerjakan minggu lalu, Sabtu-Minggu (6-7/7). Bekerjasama dengan PSM GKI Klasis Bandung, pemuda dan remaja GKI Guntur menggelar sejumlah proyek layanan masyarakat di Desa Nanggerang, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang.

Selama dua hari, pemuda dan remaja GKI Guntur mengerjakan sejumlah kegiatan seperti layanan kesehatan, berbagi sembako serta bazaar pakaian murah. “Dana penjualannya juga dikembalikan menjadi kas desa. Karena wilayah ini juga tengah banyak mengupayakan pembangunan yang dikerjakan swadaya masyarakat,” tambah pengurus bidang komunikasi jemaat di komisi pemuda GKI Guntur ini.

Desa Nanggerang, yang terletak di kaki Gunung Manglayang, memang beberapa tahun belakangan ini menjadi mitra GKI Klasis Bandung dalam melakukan karya layanan pemberdayaan masyarakat. Di desa yang tidak jauh dari kawasan pendidikan Jatinangor ini, pemberdayaan masyarakat telah diupayakan sedemikian rupa lewat kegiatan maupun proyek jangka menengah. Perlahan desa ini tengah mengalihkan status dari desa tertinggal menjadi desa maju.

Namun program kaum muda GKI Guntur kali ini bukanlah sekedar memberi. Momen menyiapkan kegiatan serta pengalaman saat live-in bersama warga justru menjadi pembelajaran tersendiri bagi kaum muda. “Sebenarnya ini merupakan satu bagian dari program bulan pemuda. Tujuannya agar kaum muda juga belajar hidup untuk berbagi,” lanjut Clara yang juga mengetuai kegiatan kali ini.

Clara juga menjelaskan sejumlah rencana program layanan masyarakat lain bekerjasama dengan PSM GKI Klasis Bandung. Harapannya kaum muda dapat bersinergi dengan apa yang dikerjakan secara bersama oleh jemaat GKI. **arms