Apa yang dimaksud dengan doa? Ada orang yang mengatakan bahwa: “Doa adalah sarana memohon sesuatu kepada Allah.” Jawaban itu meskipun tidak salah, namun belumlah lengkap. Sebab jika doa hanya dipahami seseorang sebagai memohon sesuatu kepada Allah, akibatnya jika dia tidak memiliki kebutuhan untuk dimohonkan maka dia pun tidak berdoa.

Sebenarnya doa itu lebih dari sekedar memohon. Doa adalah hati dan pikiran yang diarahkan kepada Allah (Flp.4:6-7). Yang dicari adalah Allah sendiri, bukan sekedar berkat atau pemberian-Nya.

Di dalam doa itu seseorang mengarahkan jiwa dan raganya kepada Allah untuk bersekutu dengan-Nya, menyembah-Nya, dan mengungkapkan isi hati kepada-Nya. Di dalam doa seorang dapat berkomunikasi, menyembah dan memohon kepada Allah. Dalam doa yang benar setidaknya tiga unsur ini yang tidak boleh dilupakan, yaitu komunikasi, penyembahan dan permohonan.

Dalam bingkai itulah kita menegaskan bahwa pertama-tama doa adalah komunikasi orang percaya dengan Allah. Melalui doa kita berkomunikasi, bersekutu, bergaul dan bercakap-cakap dengan Allah. Sebagaimana kita lebih mengenal seseorang melalui berkomunikasi dengannya, demikian pula kita akan semakin mengenal Allah melalui berkomunikasi dengan-Nya.

Kedua, kita menghayati bahwa doa adalah penyembahan mahkluk kepada Sang Pencipta. Dia adalah Allah Pencipta dan Pemelihara kita, yang karena kasih-Nya yang besar telah menebus kita dari belenggu dosa. Kita patut bersyukur dan memuliakan Allah. Dialah Pencipta, Pemelihara dan Penebus kita yang layak kita puji dan sembah.

Ketiga, kita menyadari bahwa doa adalah permohonan dan ungkapan hati anak-anak Allah kepada Bapa di Surga. Melalui doa kita menyatakan keinginan hati dan permohonan kepada Allah. Jangan kuatir akan segala sesuatu yang kita hadapi di dunia ini, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginan kita kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. Demikian Rasul Paulus menulis kepada jemaat di Filipi.

BACA JUGA  Mengubah Tantangan Menjadi Peluang!

Tuhan Yesus mengajar kita untuk meminta kepada Allah (Luk.11:9-13). Waktu berdoa kita harus belajar meminta, meskipun Allah sudah tahu apa yang kita butuhkan. Allah tetap senang bila kita meminta sesuatu kepada-Nya, layaknya anak meminta pada orang tuanya. Allah akan memberikan yang terbaik kepada kita. Lewat ini pula kita semakin belajar menyelaraskan keinginan hati kita dengan kehendak Allah.

Jadi doa yang benar berarti berkomunikasi, menyembah dan memohon kepada Allah. Melalui doa kita bergaul dengan Allah, menyembah Allah dan menyampaikan isi hati kepada Allah.

Penulis: Pdt. Andreas Loanka (GKI Gading Serpong)