Kemajuan teknologi yang begitu pesat membuat senjang generasi tempo dulu dan generasi kini, yang masih bertemu dalam satu rentang hidup bersama, sudah sedemikian jauh. Gaya hidupnya sudah begitu kontras bahkan tak jarang berkontradiksi. Ini merembet ke banyak aspek, termasuk pelayanan gerejawi.

Hal inilah yang menjadi salah satu pemikiran dalam Persidangan Majelis Klasis (PMK) Ke-9 GKI Klasis Banten, yang berlangsung Sabtu (27/7). Dalam pemandangan umumnya, ketua BPMK GKI Klasis Banten, Pdt. Benny Halim merangkum kesenjangan itu dalam kajian atas sejumlah generasi. Secara khusus ia menyoroti perhatian gereja pada generasi Y, Z dan Alpha.

Di tengah kemajuan teknologi media seperti sekarang, GKI Klasis Banten menilai bahwa berkumpul dan beraktivitas bersama dalam gereja masih menjadi sebuah aktualita spiritualitas. Aktivitas gerejawi masih menjadi bagian dalam kehidupan komunitas beriman,” ungkap Pdt. Benny.

Namun hal itu tentu bukanlah sekedar sikap tidak mau berubah. Justru semakin menantang untuk menguji apakah aktivitas gerejawi yang tetap dikerjakan dalam spiritualitas itu relevan dengan situasi dan kondisi zaman ini. Apalagi bagi tiga generasi terbaru yang saat ini ada dan tumbuh dalam gereja.

Lewat refleksi itulah PMK kali ini menampung ide sekaligus mengevaluasi pelayanan yang ada. Dalam pandangan umum, juga dalam LKKK serta sesi materi dari BPMSW GKI SW Jawa Barat, bahasan itu beberapa kali muncul. Lebih jauh, hal itu diulas dalam sesi khusus ceramah yang bertema GKI Menuju Gereja Milenial, yang dibawakan oleh Dr. Christian Fredy Naa.

Bertempat di SMPK BPK Penabur Modern Land Tangerang, persidangan kali ini difasilitasi penerimaannya oleh GKI Kosambi Timur. Klasis Banten merupakan klasis terakhir di GKI SW Jawa Barat yang menyelenggarakan persidangan klasis di tahun ini. Delapan jemaat yang tergabung dalam klasis termuda di GKI SW Jawa Barat ini semakin menyadari pentingnya terus berbenah di tengah beragam tantangan dan peluang yang ada. **arms