Momen itu baru saja terlewati. Beberapa GKI menamai event ini Sekolah Minggu Liburan (SML), sebagian lagi juga memakai istilah Sekolah Injil Liburan (SIL) atau sejumlah varian seperti Bible Camp atau Sekolah Alkitab Liburan. Intinya adalah momen liburan sekolah yang biasanya dipakai oleh pelayanan anak di gereja untuk memberikan pembinaan yang spesial.

Model klasik, dan mungkin sampai kini masih yang paling lazim, di SML adalah berupa retreat dengan sejumlah aktivitas outbond. Biasanya dikerjakan resort selama beberapa hari atau berkunjung seharian tempat wisata tertentu, lalu ada kebaktian dan permainan. Materi yang diusung biasanya tematik, namun sering berfokus pada pengembangan karakter anak.

Namun, sebagai pelayan anak yang dinamis, para pengerja kerap ditantang untuk menghadirkan sesuatu yang “berbeda.” Apalagi di zaman sekarang, saat hiburan, travelling serta gadget sudah sedemikian menarik minat anak, ketimbang hanya duduk mengikuti rangkaian acara di satu ruangan.

Maka, SML perlu punya keunikan tersendiri selain sekedar memindahkan acara sekolah minggu rutin ke momen liburan. Apa saja yang pernah dikerjakan oleh para pelayan anak di GKI sebagai varian dari SML dan SIL yang pernah ada?

1. Menginap di Gereja

Dari pada selalu mencari tempat yang jauh, kenapa tidak menghabiskan beberapa hari di gereja sendiri? Mungkin ini terdengar terlalu sederhana atau justru agak merepotkan, namun kenapa tidak? Seringkali, terutama di gereja perkotaan, anak mengenal gereja hanya sekedar sebagai tempat ia satu atau dua jam berkebaktian. Nuansanya formal dimana ia harus lebih tertib saat ada di dalamnya. Tidak merasa gereja sebagai rumah, tempat ia berbagi ruang bersama rekan-rekannya.

GKI Bukit Indah Sukajadi, Batam pernah beberapa kali melakukan model ini dalam kegiatan yang mereka beri tajuk Bible Camp. Memang dalam praktiknya memerlukan kerjasama lebih antara pelayanan sekolah minggu dan orang tua. Namun, kebersamaan seperti ini adalah variasi yang begitu menyenangkan.

BACA JUGA  Pelayanan Mentawai

2. Berganti Peran
Dalam jumlah yang kecil, tentu ada keunikan tersendiri saat orang tua, di salah satu atau beberapa sesi, mencoba menjalankan peran sebagai guru sekolah minggu bagi anak. Selain menumbuhkan kesalingpengertian terkait pembinaan anak. Ini dapat pula menjadi kenangan tersendiri, saat anak melihat bagaimana orang tuanya mengajar rekan sebayanya. **arms