Johnson Oatman Jr. pengarang lagu Kudaki Jalan Mulia (Higher Ground), awalnya tak merasa dirinya punya bakat dalam bernyanyi. Ayahnya, yang mengemban nama serupa, memang sudah terkenal sebagai penyanyi gereja. Sang ayah, yang sehari-hari bekerja di industri pertukangan, biasa bernyanyi di gereja mereka di Medford, New Jersey.

Johnson kecil lahir pada 21 April 1856. Sejak kanak-kanak selalu bergembira jika melihat ayahnya menjadi pemimpin pujian atau mengambil solo dalam paduan suara. Namun, ia tidak yakin bisa bernyanyi sebagus ayahnya. Johnson pun memilih karir dan sekolah publik dengan harapan ia bisa meneruskan usaha pertukangan ayahnya. Hal yang kemudian dilakukannya sembari ia melayani di jemaat Methodis Episkopal di Bordentown, New Jersey.

Menjadi pengkhotbah awam, Johnson kerap merenungkan perjalanan iman Kristiani sebagai hal yang perlu diusahakan agar terus naik menuju tujuan mulia. Ia kerap menukil Filipi 3:14, yang dalam Alkitab terjemahan King James, berbunyi: “I press toward the mark for the prize of the high calling (Aku mengejar dengan sungguh pada sasaran akan hadiah dari panggilan tertinggi)…

Kesungguhan untuk naik inilah yang kemudian menginspirasinya juga untuk mengasah bakatnya sebagai penyanyi. Johnson mulai bernyanyi di gereja dan menulis sejumlah himne, setelah ia berumur 46 tahun. Bakat yang besar itu pun kian terlihat.

Ia menulis hampir 200 lagu pujian setiap tahunnya. Dari sekitar 5.000 yang tercatat diciptakan oleh Johnson, ada cukup banyak lagu ciptaannya yang sangat populer. Salah satu yang paling sering dinyanyikan adalah Count Your Blessing (Berkat Tuhan Mari Hitunglah/Bila Topan Keras Melanda Hidupmu – Kidung Jemaat No 439).

Namun lagu Higher Ground (Kudaki Jalan Mulia, Kidung Jemaat No. 400) adalah favorit Johnson karena merangkum motivasinya berkarya dalam musik Kristiani. Lagu ini sebenarnya salah satu lagu paling awal diciptakan Johnson, meski baru dipublikasikan pada 1898.

BACA JUGA  Akhir Injil Markus

Menghayati ayat di Surat Filipi tadi, Johnson menyerukan, perjalanan iman yang seyogianya dijalani tiap hari oleh umat percaya: “Di tempat tinggi dan teguh, melampaui yang aku telah temukan, Tuhan memantapkan langkahku di landasan yang lebih tinggi…**arms

Video: Ignite